Naik pesawat saat cuaca buruk

“Perhatian kepada seluruh penumpang agar menempati tempat duduk di bagian depan dengan alasan keseimbangan….”

Suara pramugari pesawat Li**** mengagetkan para penumpang pesawat tujuan Surabaya-Yogya. Ada apa ini..?? Pesawat gak imbang kok nekad mo terbang…….., sedetik kemudian pesawat mulai taxy meninggalkan appron menuju ke run way. Kulihat dari balik kaca hujan rintik-rintik mulai turun disertai suara petir yg sayup-sayup terdengar menambah suasana ruangan pesawat jenis MD-82 nan panjang dgn penumpang yg gak full (saat) itu menjadi hening. Dan beberapa saat kemudian, dgn suara deru mesin yg bergemuruh…..roda mulai berputar dengan kencang bergerak melintasi run way dan bak anak panah terlepas dari busurnya….. pesawatku Take Off dengan sukses. Namun ketegangan tidak berhenti sampe disitu….terasa posisi climbing untuk menuju posisi level terasa lebih lama dari biasanya. Posisi “ngetril” seperti ini sangat tidak nyaman…apalagi ditambah dengan suara deru mesin yg kedengarannya seperti “salah masuk gigi” semakin menambah kegalauan aja. Akhirnya suara yg ditunggu-tunggu terdengar “cjlingg” sebuah tanda bahwa pesawat sudah berada di posisi level yg berarti sabuk pengaman boleh dilepas. Tapi kok masih terasa”ngetril” yah…..??!!

Jahh…..Cuaca yg gak bersabat beberapa hari belakangan ini benar-benar bikin senewen jika kita harus bepergian jauh naik si burung besi. Meski aku seorang serdadu langit yg sudah sangat akrab dgn yg namanya “montor-mabur” tapi mengahadapi situasi seperti ini tetap aja bikin jantung berdetak tak karuan. Padahal aku sangat paham klo pesawat gak mungkin diterbangkan jika sedang bermasalah. Soal para penumpang yg disuruh menempati tempat duduk di bagian depan dengan alasan keseimbangan sebenarnya lebih disebabkan karena karakteristik pesawat jenis MD-82 nan panjang dgn posisi mesin di belakang-lah yg mengharuskan di-balance-kan jika mo nyaman dalam penerbangan. Kondisi seperti ini masih save.

Suara petir diluaran semakin sering terdengar dan rintik hujanpun sekarang sudah berubah menjadi kucuran air nan deras….dan terdengar suara pramugari yg sok di- merdu-merdu-kan..,” saat ini cuaca sedang buruk…agar para penumpang memasang kembali sabuk pengaman”…..Hahhhhh!!!!!!

Si MD-82….mulai mencari ketinggian lagi agar terbebas dari “ilustrasi musik horor” diluaran. Dengan lambat merayap…Si MD-82 mulai bergerak menuju ke ketinggian yg diinginkan dan…..”cjlling” diikuti tanda sabuk pengaman di atas kepala padam. Alhamdulillah!!

Jahh…saat lintasan pesawat tidak aman untuk dilalui maka sang pilot akan menaikan ketinggian pesawatnya untuk mendapatkan lintasan yg aman. Peralatan avionik dan radar pesawat akan memandu menunjukan “arah jalan yg benar” namun karena kadang kenaikan ketinggian tidak serta merta dibarengi dengan kondisi kabin pesawat seperti kondisi sebelumnya maka telinga kita akan mendengung ato seperti kemasukan air . Kondisi yg gak nyaman ini, bisa diatasi dengan kita menelan ludah….tapi klo masih terasa “bindeng” maka lakukanlah “falsafa” yaitu dengan menutup hidung dan mulut terus meniup seperti meniup terompet maka seketika itu udara yg kita tiupkan akan mengalir melalui telingga yg akhirnya….Ploonnggg!!!!

Sejenak penerbanganku menjadi lebih nyaman……sampai akhirnya 30-an menit berlalu dan kembali suara sang pramugari yg di-merdu-merdu-kan terdengar lagi…”sebentar lagi pesawat akan landing di bandara Adi Sucipto-Yogyakarta, agar para penumpang memasang sabuk pengaman”….namun sejenak kemudian pesawat goyang-goyang seperti menabrak sesuatu dan whuuutttt…. pesawat seperti kehilangan daya angkat. Pesawatku jatuh (stall)…..sesaat. Astagfirullah…!!!!

Jahh…..tenang aja kawan, semua pesawat telah didesain dgn sedemikian rupa sehingga saat diketinggian yg cukup save pesawat akan kembali ke posisi normal sejenak setelah pesawat jatuh bebas (stall). Meski begitu….tetaplah berdoa agar jatuhnya pesawat yg tiba-tiba itu gak sering-sering terjadi karena bisa bikin kita mual, isi perut terasa pengin keluar menikmati udara bebas alias muntah.

Berlahan pesawat mulai “decend” menukik menuju ujung runway Adi Sucipto setelah beberapa saat berputar-putar mencari celah, akhirnya……”duukkkk”, roda pesawat menyentuh aspal run way bandara Adisucipto-Yogyakarta disusul suara sang pramugari seperti habis maaf orgasme“…kita telah mendarat di bandara Adisucipto-Yogyakarta, silakan lepas sabuk pengaman sampe pesawat benar-benar berhenti……bla…bla….bla….. Sampai berjumpa pada penerbangan berikutnya…..”

Dalam hati aku menjawab……”Mooohhhhh!!!!”

About these ads

5 Tanggapan

  1. Beberapa hal tentang dunia penerbangan udah sayah baca.
    Mangkanya kalok mengalami hal seperti ini, biasanya sayah cuman isa berdoa ajah.
    Secara teknis memang oke.
    Tapi kalok udah takdir, mau bilang gimana….

    Tampaknya nyang situ alami ndak separah nyang sayah alami saat balik dari Korea.
    Selama 3 jam dihajar hujan deras dan badai petir, mulai di atas skitar Philipina sampe diatas Brunei (Kalimantan) ***terlihat di Map nyang ditayangkeun dalam layar Plasma besar**

    Itu Korean Air Lines udah bagaikeun truk tronton nyang ajrut-ajrutan.
    Kanan, kiri, depan, blakang, semua muntah !!!

    Meski sayah berhasil nahan ndak muntah, itu satu-satunya pengalaman terbang paling menyeramkeun nyang pernah sayah alamin….

  2. @ Kang Mbel:
    Yup..berdoa dan pasrah adalah kunci sukses naik pesawat. Pengalaman sampeyan adalah bukti bahwa klo blum sampe takdirnya maka meski diombang-ambingkan kayak “tong setan” sekalipun… (akhirnya)pesawat akan tetap happy landing. Smoga sampeyan gak mengalaminya lagi but seandainya-pun sampeyan ngalaminya lagi….tenang aja Kang…klo blum takdirnya maka pswt akan tetap happy landing (lagi) kok.

    Btw…,
    Sebenarnya dulu aku pernah ngalami yg lebih parah Kang(*gak mo kalah*)….waktu taruna aku pernah terbang dgn pesawat “Koretan Airlines” alias pswt AS-202 Bravo miliknya AURI di seputaran Bantul dan sekitarnya…trus dgn pak instruktur…pswatku diputer-puterin gak karuan. Spin..,rolling.., stall…koprol..dan entah manuver apalagi sampai akhirnya aku mutah (tapi sedikit). Mungkin karena itulah maka instrukturku bilang…”Le…kamu gak cocok jadi pilot”. *Alhamdulillah….!!!*

  3. @serdadu95

    Tiap naek pswt selain ndonga (berdoa), dlm hati pasti terngiang2 lagune Rush “Fly By Night” buat menentramkan hati ;)

  4. @ logamberat :
    Klo aku terngiang lagune R. Kelly….”I Believe I Can Fly” n lagu anak2 “Fly ame-ame belalang kuru-kuru” Dab….(*tengkiu for Disk Knigh-nya*)

  5. hah…ternyata bukan daku saja yang wedi mabur ndaaaann…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: