Jangan sampe kejadian ini terulang lagi.
Seperti biasa….sehabis tugas-tugas pelaporan selesai, Saya sempatkan ngobrol dgn anak buah sambil ngasih sedikit wejangan yg Saya “susup”-ken disetiap “diskusi” yg Saya lakukan agar mereka (si anak buah) tidak merasa dikuliahi oleh “anak kemaren sore”. Jahh….saat itu Saya memang masih “hijau” di dunia per-serdadu-an.
“Pak….ada heli jatuh….!!”
Mengingat kejadian itu …. selalu membuat mata ini “mbrebes-mili” karena 2 dari 14 korban jatuhnya heli di daerah Wonosobo itu adalah teman seangkatanku (alm. Rizky dan alm. Dhamar). Inalillahi wa inaillaihi rojiun…..
Saya buka kembali website di geocities yg dulu pernah Saya buat untuk temen2 seangkatan dan Saya baca 3 buah komen di buku tamu dari alm. Rizky…….
Nama: Rizki Akbar Biran
Email : rizkiab@hotmail
Komentar : Thank u berat buat Ed*** utk kreasinya. No comment lah. Selamat Idul Fitri buat Paja ***. Kumpul di rumahku Yuk! Tanggal 27 Januari 2003 jam 1900. Kalo gue terbang, ya mundur sampai gue pulang OK!Nama : Rizki Akbar B
Email : -
Komentar : Win, kalo mo koreksi gimana caranya? Gue udah punya anak lho! Namanya Guntur Dzanurain Akbar laki2. Trus jawabin tuh yg nanya kalo mo masuk AAU tapi kacamata boleh ga? Jawabannya boleh, tapi nantinya ga bisa jadi Pnb!Nama : Rizki AB
Email : -
Komentar : Ralat, kumpul di rumah gue jadinya tanggal 31 Jan 03 aja, = Malam Sabtu, kalo hari kerja banyak yg complain
Semoga arwahnya diterima dan ditempatkan di tempat yg paling mulya di sisi-Nya
**********
Sementara itu….. hampir seminggu ini Saya “asyik” browsing, blogwalking n menebar komen panjang di beberapa blog sambil ngumpulin kisah-kisah sedih di hari minggu dunia penerbangan TNI AU yg sangat ingin Saya posting-kan di My blog supaya “para serdadu ” (like Me) bisa mengambil hikmah dari kisah-kisah sedih di hari senin dunia penerbangan TNI AU itu. Jahh…..Saya pikir ada baiknya juga klo kita belajar dari pengalaman-pengalaman pahit yg pernah kita alami di masa lampau sebagai bahan untuk intropeksi diri agar kedepannya kita bisa lebih hati-hati, waspada dan bisa lebih baik lagi.
Semoga……
Dan inilah hasil dari “nglayapku” ….
Kisah Sedih di hari selasa Dunia Penerbangan TNI AU
1. Tgl. 4 Mei 2000. Pesawat tempur jenis Hawk-200 jatuh ketika sedang melakukan latihan penerbangan rutin, dan jatuh di daerah Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau. Tidak ada korban jiwa[lanjut]
2. Tgl. 19 Oktober 2000. Pesawat tempur jenis Hawk-100 jatuh ketika melakukan latihan penerbangan rutin di Pontianak, Kalbar yg menewaskan dua penerbang, Letkol (Pnb) Teddy Kustari dan Lettu (Pnb) Donny Kristian[lanjut]
3. Tgl. 20 Desember 2001. Pesawat angkut jenis C-130HS Hercules mendarat melebihi panjang landasan (overshoot) di Bandara Malikussaleh, Lhok Seumawe Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Tidak ada korban jiwa[lanjut]
4. Tgl. 28 Maret 2002. Dua pesawat tempur jenis Hawk Mk-53 jatuh saat melaksanakan latihan aerobatic di Lanud Iswahjudi, Madiun yg menewaskan 4 Penerbang TNI AU, Mayor Pnb. Syahbudin Nur Hutasuhut, Kapten Pnb. Andis Solichin Mahfud, Kapten Pnb. Weko Nartomo Suwarno, dan Kapten Pnb. Masrial[lanjut]
5. Tgl. 23 Desember 2004. Helikopter Super Puma jatuh di perbukitan Desa Suren Gede, Kejajar, Wonosobo yg menewaskan 14 penumpangnya, Kapten (Pnb) Rifki Akbar, Kapten (Pnb) Dhamar Wijayanto, Lettu (Pnb) Norman, Mayor (Pnb) Ferry, Mayor (Pnb) Sumanto, Mayor (Pnb) Rully Panji, Mayor (Pnb) Yuswan, Mayor (Nav) FX Bambang Utoyo, Kapten (Pnb) Adriyadi, Lettu (Pom) Aditya, Lettu Johan Sitohang, Serka A. Agus S, Serka Abdul Wahid dan Praka Indrajaya[lanjut]
6. Tgl. 8 Februari 2005. Pesawat latih jenis Bravo jatuh Desa Juangin, Grogolsari, Purwomartani, Sleman yg menewaskan 1 penerbang, Mayor (Pnb) Bambang Wahyu Widodo[lanjut]
7. Tgl. 4 Mei 2005. Sebuah pesawat latih jenis Bravo mengalami kecelakaan di Landasan Udara (Lanud) Adi Sumarmo, Solo, Tidak ada korban jiwa[lanjut]
8. Tgl. 21 Juli 2005. Pesawat angkut jenis CN-235 jatu di Banda Aceh yg menewaskan tiga penumpangnya Letkol Tito (Komandan Bataliyon 312), Letkol Wignyo (Komandan Bataliyon 521), dan Mayor Taufan (Kepala Staf Kodim Aceh Barat). Beberapa hari kemudian cCo Pilot Letnan Satu Jeremias Waang meninggal dunia setelah sempat mengalami perawatan medis.akibat accident tersebut[lanjut]
9. Tgl. 21 November 2006. Pesawat tempur jenis Hawk-100 tergelincir di landasan pacu Bandara Sultan Syarief Kasim II Pekanbaru. Tidak ada korban jiwa[lanjut]
10. Tgl. 23 Juli 2007. Pesawat jenis OV-10 Bronco jatuh di di Bandara Abdurahman Saleh, Malang, Jawa Timur yg menewaskan Letda Penerbang Eliseus Qiuntarumiansa[lanjut]
11. Tgl. 30 Oktober 2007. Pesawat Tempur jenis Hawk Mk 209 tergelincir dan kemudian terguling di Pekanbaru, Riau. Tidak ada korban jiwa[lanjut]
12. Tgl. 16 November 2007. Helikopter Super Puma jatuh saat sedang melakukan uji terbang di Bandara Sentani, Jayapura, Papua. Tidak ada korban jiwa[lanjut]
13. Tgl. 7 Januari 2008. Helikopter S-58 Twinpack jatuh di Desa Lubuk Agung, Kecamatan Sikijang, Kabupaten Pelalawan, [lanjut]
14. Tgl. 11 Maret 2008. Helikopter Bell-47G jatuh di Desa Wanasari, Subang menewaskan Lettu Pnb Engky Saputra Jaya[lanjut]
Up date
15. Tgl. 26 Juni 2008. Pesawat Cassa C-212/A2106, jatuh di kaki Gunung Salak, Jawa Barat, menewaskan 18 orang penumpangnya, yaitu : 1. Mayor Pnb Ardjianto (Pilot), 2. Kpt Pnb Agung Prihanbodo (co Pilot), 3. Lettu Pnb Febi (crew), 4. Lettu teknik Bambang (teknik), 5. Pelda Agus (teknik), 6. Kolonel Sus AS Jafaara, 7. Kolonel Pnb Albertus Sulaksono, 8. Letkol Sus Supriadi, 9. Mayor Sus Susika, 10. Kapten Sus Doni Wicaksono, 11. Mayor Sus Wahyu Hidayat, 12. Lettu Sus Ronald, 13. Gatot Purnami (PT Aupia Perkasa), 14. Saputra Sinaga (PT Aupia Perkasa), 15. Ami (PT Aupia Perkasa), 16. Tan Hong King (warga negara Singapura), 17. Kwang Ping Anthony (warga negara Inggris), 18. Mahendara Komar (warga negara India) [lanjut]
*****
Semoga daftarnya sampe disini ajahh… saya males ngapdate.
**********
DIarsipkan di bawah: AURI/TNI | Ditandai: AURI/TNI, belajar, bronco, heli, helikopter, hercules, jatuh, penrbang, pesawat, pilot, Renungan





aq kenal salah satu yg selamat, melihat kondisinya itu, sepertinya harus ada rehabilitasi program untuk kaum yg pernah mengalami ‘jatuh dari langit’
Yaa AmPun segitUnya ya..Pa..!!
Kalo sepengetahUan saya sebagai Orang sipil biasa ya pa..
kenapa,,pesawat milik TNI banyak yang jatuh;coz pesawat nya jelek2′:P gada yang layak terbang (MUNGKINNN)tapi klo ternyata ada kemungkinan lain yaa,,sudah NAsiB kali yaa,,’
lebIh Miris tuh yg pesawatnya sampe TERSUNGKUR & MELEDAK di kebun tebu,,ck,,ck,,
tapiii..
Yang tabah yaa,,!!!
@ Mia :
Semua pesawat yg terbang… pasti laik terbang. So… semuanya itu sudah takdir Yang Mahakuasa.
iYa,,TAkdiR Tuhan tentUnya pa..!!!;)
Mas,
Kok yg kecelakaan OV-10 tgl 21 Juli 2005 nggak ditulis?
Kecelakaan tersebut menewaskan Mayor Pnb Robby Ibnu Robert dan Lettu Harcus Adiya Wing Wibowo.
Semoga tidak ada kejadian lagi
Bram
Salam 95! win gua baru masuk liat blogmu…salut 4 u….semoga temen2 yg laen ikut aktif….sukses 95!
@ Bram :
Maap… kelewat. Kalo ndak salah hari ituhh terjadih 2 kecelakaan, jadihh terlewatkan dahh.
@ Priyaana:
Salam juwega Boss and tengkieu atas perhatiannya.
inihh cuman isengg ajahh kok Boss….
he…he..lucu juga comment-comment nya….tampilin foto nfigur kita win…. pasti banyak yang naksir pengen…nampar!… eh..win enak lho sekolah….tinggiii banget tanjakannya…
Semoga pemerintah kita akan mengganti pesawat kita dengan yang baru.
Semoga pemerintah kita akan mengganti pesawat kita dengan yang baru.
Oleh penulis buku:
[...] udah banyak banget kecelakaan dunia penerbangan tni (tentunya, bil khusus TNI AU). oh ya, ada blogger yang sudah membuat list ‘kelamnya’ dunia penerbangan tni-au disini. [...]
Tok..tok..kulonuwun..maaf nimbrung…Terimakasih ya sudah berbagi cerita di atas…aku baru liat…kebetulan hari ini aku kangen suamiku, jadi aku googling namanya…terimakasih atas doa dan kenangan atas suamiku, Rizki Akbar..semoga semua kejadian sejenis tidak memundurkan semangat rekan2 semua. Tetap semangat buat 95-ers…anak kami, Guntur, sangat bangga akan Papa nya dan juga bangga menjadi bagian keluarga besar TNI AU. Btw, emang kalian tgl 31 Jan 2003 jadi pada ke rumah kami?? lupa euy…:D
Mbak…., almarhum adalah rekan yang paling saiya hormati. Saiya sangat respect terhadap beliau. Saiya sangat kehilangan seorang teman yang sering saiya jadikan panutan.
Kebetulan… saiya, Rizky (alm) dan Dhamar (alm) adalah satu couple drumband. Kami-kami ini Danpok (komandan Kelompok) Bellyra. Jadi… saiya banyak mempunyai kenangan dengan beliau (alm).
Oh yaa Mbak… buku Yasin yang Mbak berikan dlm rangka mengenang Beliau (alm) masih sering saiya gunakan (baca). Mudah2an itu bisah menghadirkan manfaat buat Beliau (alm).
Semoga Mbak sekeluarga selalu diberi ketabahan dan keikhlasan serta senantiasa dalam lindungan Allah SWT.
Mohon maaf kalau ada kesalahan dalam tulisan saiya ini.
** Tentang pertemuan tgl 31 Jan 2003 itu… seingat saiya (jadinya) diadakan di sebuah resto di seputaran pancaron tidak jadi diadakan di rumah Mbak.**
Terimakasih yaaa….senang sekali bisa tahu bahwa rekan2 alm suamiku masih mengenang beliau dengan manis. Semoga Tuhan selalu melindungi teman2 semua dalam menjalankan tugas…amin. (mmm..berarti aku gak salah ya, kalo gak inget pernah kumpul2 di rumah…soalnya kok gak berasa sibuk…hehe)