sebuah pencerahan….

Melanjutkan komen saya *di sini* yg kemudian ditindaklanjuti oleh seorang rekan dgn postingan *ini*.., tapi karena sampe dgn saat ini… komen2 yg masuk kagak ada yg ditanggapi… bahkan “sang imam yg satu ini” sampe memohon untuk menanggapi komen yg ada ato meng-updete-nya…. (tapi) masih kagak ada reaksi sampe sekarang…. so biar kagak berkembang menjadi suatu informasi yg menyesatkan salah bagi para pembaca setia blog “Beliaunya” maka saya mencoba untuk memberi sedikit “pencerahan”…

Bageemana seh sebenarnya prosedur kawin dgn anggota TNI….???

Prosedur Kawin
Surat permohonan izin kawin setelah dilengkapi dengan pendapat tertulis pejabat agama TNI AU, diajukan kepada pejabat yang berwenang sesuai dengan proseedur yang berlaku yg dilengkapi dgn lampiran2 sbb:

1. Surat keterangan identitas yg dikeluarkan oleh lurah/kepala desa setempat calon suami/istri

2. Surat persetujuan ayah/wali calon suami/istri

3. Surat persetujuan dari ayah/wali calon suami/calon istri

4. Fotocopy surat cerai atau kematian suami/istri, bagi calon suami/calon istri yg bukan prajurit TNI

5. Surat keterangan POM dari Satpom setempat bagi prajurit TNI

6. Surat keternagan kesehatan dari dokter TNI/TNI AU baik bagi calon suami/calon istri prajurit TNI

7. Pas photo dari calon suami/calon istri, ukuran 4X6 cm sebanyak 6 lembar untuk prajurit PDH tanpa tutup kepala.

Pelaksanaan perkawinan
Pelaksanaan perkawinan dilakukan oleh prajurit yang bersangkutan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) dengan urutan kegiatan sbb:

1. Melapor ke KUA dgn menyerahkan surat izin kawin sekurang-kurangnya 15 hari sebelum hari perkawinan.

2. Menyelesaikan administrasi penikahan.

3. Menerima petikan buku nikah dari KUA setelah melaksanakan akad nikah

4. Melaporkan kepada pejabat agama dan pejabat personel TNI AU dengan menyerahkan fotokopi petikan buku nikah.

 

Begeetulah prosedurnya….. Saya berharap agar dgn postingan saya ini semuannya menjadi jelas dan semoga bermanfaat….

*****
Tuh kan… apa yg Gue Saya bilang… kagak ada urusannya dgn “perawan dan gak perawan” kan…??!!! Cepat geh.. bilangin “cewek oon” yg sms sampeyan….

186 Tanggapan

  1. Pak saya mau tanya,apkah menjdi istri seorang tni hrus virgin?it sja pak,mksh

  2. pak saya mau tanya…….calon suami saya kan dinas di jayapura, sementara saya tinggal dijawa, apakah nanti kalau nikah kantor saya dan kedua orang tua saya wajib datang pak… apa da kebijakan lain mengenai jarak yang jau pak tentang pernikahan kantor. terimakasih

  3. d atas kan di bilang ”Surat keternagan kesehatan dari dokter TNI/TNI AL baik bagi calon suami/calon istri prajurit TNI???”
    mksdnya Surat keterangan kesehatan tu gmna pak..???
    mksdnya pemeriksaan buat calon istri Virgin ato gag nya gtu ya pak???

    emangnya jadi calon istri angkatan laut apa harus virgin???

  4. Slmt siang pak, mhn ijin brtny..
    Perihal surat keterangan kesehatan, kebetulan saya mempunyai kekurangan sejak lahir, yaitu warna kulit yang tidak rata secara lebar di kaki kanan dan perut.
    Terkadang saya minder/takut saat nanti pengajuan, kekurangan ini dilihat sebagai cacat sehingga pernikahan harus dibatalkan.
    Apakah kekurangan seperti itu benar – benar bisa menyebabkan batalnya pernikahan?
    Bilapun tidak, tentunya nanti saat mengenakan seragam jalasenastri saya harus mengenakan rok panjang, apakah tidak apa – apa pak?

    Mohon balasannya pak, terimakasih :)

  5. assallam mu’allaikum pk.. saya mau tanya masalah yg selalu mengganjal di benak saya.. apa bener nikah sama TNI harus lulusan minimal SMA.. apa klo SD ,SMP.. gk di perbolehkan…?? tolong di jawab pak..makasih ..wasalam

  6. Izin pak. selamat siang, , Setelah saya membaca semua’ya cerita yang di atas, saya sedikit lega, karna untuk pengajuan pernikahan itu tidak seribet yang di katakan calon suami saya TNI AD. Saya sudah 4 tahun pacaran, setahun sebelum jadi TNI AD . jadi sudah 3 tahun pacar saya jadi anggota.

    dan sudah 2 tahun dinas. kira-kira untuk mendapatkan pengizinan untuk menikah berapa tahun lagi pak. terimakasih atas perhatiannya

    saya berharap bpak, bisa menjawab pertanyaan saya.

    terimakasih

    • Akan lebih baik sampiyan tanyakan langsung ke pasangan sampiyan, kapan akan nikah. Soalnya saiya ndak berkompenten menjawab pertanyaan sampiyan ini.

      Btw, postingan diatas…adalah untuk meluruskan “pendapat seseorang” yg salah. Tetapi gini…. saiya mau mencontohkan saja dengan apa yg saiya alami. Begini….

      Saiya pacaran dgn pacar saiya (istri saiya) akhir th 1993… 2 tahun kemudian saiya lulus pendidikan (1995) yg kemudian saiya ngikuti pendidikan dasar kecabangan selama 1 th. Saiya mulai dinas secara efektif di th. 1996. Karena berbagai pertimbangan “kami berdua” memutuskan untuk menikah di Juli th. 2000 yg berarti sdh dinas selama 4 th.

      Seandainya pada th. 1996 (selepas dik dasar kecabangan) kami memutuskan tuk nikah….sebenarnya bisa saja, tapi itu ndak kami berdua lakukan, karena secara mental, financial dan segala thethek-bengek yg diperlukan dalam membentuk sebuah keluarga itu belum siap, maka…kami menunggu sampai segalanya siap. Ini semata-mata karena kami berdua ingin siap lahir-bathin dlm membentuk sebuah keluarga – bukan berdasarkan ketergesa-kegesaan.

      Untuk membentuk keluarga itu dibutuhkan “pondasi” yang kuat biar ndak bubar di tengah jalan alias cuman bertahan se-umur jagung. Dan kesebaran kami berdua ini membawa hikmah…setiap “badai” yang datang selama pernikahan kami bisa kami atasi dgn baik. Alhamdulillah…sekarang usia pernikahan kami sudah menginjak tahun ke-11 dan dari hari ke hari…ikatan pernikahan kami semakin bertambah kuat saja.

      Ini mungkin ndak menjawab pertanyaan yg sampiyan tanyakan, tapi semoga ini bisa menghadirkan manfaat buat sampiyan.

  7. Permisi mau tanya.tes kesehatan berupa apa ya

  8. permisi mau nanya.kalo mau nikah ma bintara minimal pendidikan si calon istrinya harus apa ya.boleh SMA atau minimal harus D3?terimakasih untuk jawabannya

    • ndak-da batasannya. Tapi saiya sarankan agar adik nyari pendidikan setinggi mungkin selagi bisa. Semakin tinggi pendidikan seorang, semakin dewasa dalam mengatasi permasalahan – meskipun itu juga belum jaminan sehh… :lol:

  9. ooooo jd gak ada batasannya ya pak.terimakasih atas jawabannya pak.ta kira punya batas minimal pendidikan si calon istri.soalnya pernah denger dari tmen katanya kalo mau nikah ma bintara pendidikan minimal si calon istri harus D3

  10. bagaimana cara mengetahui TNI sudah mnikah apa belum..apa ciri yg bisa dlhat lgsung dari seragam atau tanda pngenal.

  11. Pa,, maaf saya mau tanya,, kalo si perempuan dah pernah menikah dan anggota TNI masih single apa bisa menikah,dan pendidikan si cewe cuman sampe SMP saja,,apa itu bisa menikah??
    Mohon balasanya pa,, trimakasih

  12. Ada berapa mcam tes c sebelum bsa nkah m TNI??

  13. izin pak, mw tanya.kl misalny penyebab hilangny virginitas bkn calon yg mlkkn, apkh dy akan tetap kena sanksi?soalny dy blg gt,pdh setau sy, bisa kena sanksi itu kl dy yg mlkkn.calon sy tni au, dinas udah 7 tahun. mohon pencerahan pak..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.