Pidato Kenegaraan Presiden

Tiap tanggal 16 Agustus setiap tahunnya… biasanya Presiden RI menyampaikan pidato kenegaraan. Saya katakan “biasanya” karena memang bukan merupakan suatu keharusan. Tapi… tentunya sudah pada tahu semua kalau pidato setiap tgl 16 Agustus itu sudah menjadi sebuah “konvensi” alias aturan yang tidak tertulis yang mesti dilakukan oleh siapa-pun yang menjabat sebagai Presiden RI untuk menyampaikan Pidato Kenegaraan.

Bagi para pemerhati ketatanegaraan dan para pelaku yang bersinggungan dengan dunia politik, tentu saja acara yang satu ini sangat sayang untuk dilewatkan. Karena pada kesempatan tersebut… selain ucapan rasa syukur atas “bertambahnya usia kemerdekaan negeri ini… “biasanya” Presiden RI juga menyampaikan beberapa hal yang telah dan akan dikerjakan atau yang menjadi perhatiannya selaku kepala Negara/pemerintahan, berikut kendala-kedala/tantangan yang akan dihadapi ke depan serta rencana jangka pendek untuk mengatasi segala macam permasalahan yang terkait dgn isu-isu nasional/internasional ter-mutakhir yang dihadapi bangsa ini

Sehingga tidak mengagetkan jika setelah kata-kata penutup disampaikan Presiden di akhir pidatonya… maka bertebaranlah komentar-komentar yang pro maupun kontra di jagad Indonesia-sphere ini. “Cangkeman” para pendukung pemerintah pun akan beradu dengan “jeplakan” para oposan yang biasanya juga akan ditimpali dgn “komporan” dari para Cheerleader (baca: pengamat politik) di berbagai media cetak maupun elektronik. Sungguh sangat meriah.

Dan percayalah… Pidato Kenegaraan Presiden RI kali ini ( 16/08/2008 ) akan menghadirkan efek yang lebih “gayeng” daripada pidato di tahun sebelumnya. Semua itu dikarenakan pada tahun depan negeri ini akan mangadakan hajatan besar yang bertajuk “Pertandingan Perebutan Tampuk Kekuasaan”, Pemilu 2009.

Saya sendiri… kalo pas kebetulan tidak ada kegiatan lain yang lebih penting dan sangat mendesak… selalu setia berada di depan layar tivi untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden tersebut secara langsung. Kalau-pun tidak bisa lihat tayangan langsungnya karena sesuatu dan lain hal… maka saya selalu mengusahakan untuk bisa menonton tayangan ulang-nya ataupun membaca dari media cetak di hari berikutnya.

****

Sekedar mengingatkan saja… tahun lalu (16-08-2007) Presiden DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) dalam pidato kenegaraannya menyampaikan beberapa hal penting yang menurut saya perlu digarisbawahi yang seharusnya juga menjadi perhatian serius dari seluruh “manusia” negeri ini yang mengaku cinta kepada tanah airnya. Beberapa hal penting itu diantaranya :

Ajakan kepada seluruh rakyat Indonesia di mana saja berada, untuk memaknai kemerdekaan dengan bersama-sama membangun bangsa dan negara ke arah yang lebih baik. Mari kita tumbuhkan kembali ikatan kebangsaan, dari segenap anak bangsa yang berbeda suku, agama, ras, dan kebudayaan, dalam bingkai; Bhinneka Tunggal Ika.

Ajakan kepada seluruh rakyat Indonesia di mana saja berada, untuk selalu ingat akan kerangka dasar dalam kehidupan bernegara yang menjadi nilai dan konsensus dasar yang selama ini menopang tegaknya Republik Indonesia tercinta, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ajakan kepada seluruh rakyat Indonesia di mana saja berada, agar selalu ingat bahwa Pancasila adalah ideologi nasional dan dasar Negara Republik Indonesia yang merupakan falsafah bangsa/pandangan hidup bangsa (way of life), serta perekat dan pemersatu bangsa kita yang senantiasa diamalkan dan dipegang teguh sebagai dasar negara kita.

Ajakan kepada seluruh rakyat Indonesia di mana saja berada, agar selalu ingat bahwa Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang memuat cita-cita, tujuan nasional, dan dasar negara, juga harus dipertahankan. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), juga sudah final, dan tidak dapat digantikan dengan bentuk negara yang lain.

Ajakan kepada seluruh rakyat Indonesia di mana saja berada, agar selalu menjaga dan bertekat bulat mengukuhkan persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak memberi tempat kepada pemikiran untuk mengganti Pancasila dengan ideologi dan dasar negara lain, ataupun untuk mengubah Pembukaan UUD 1945 yang merupakan ruh dan jiwa dari konstitusi kita dalam kehidupan bernegara kita.

Dalam kesempatan itu…. Presiden SBY juga menyampaikan tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa ini, yang diantaranya :

Bagaimana kita semua menggunakan kebebasan ini secara tepat, penuh manfaat, penuh tanggung jawab dan disertai akhlaq yang baik. Kita tentu tidak ingin menggunakan kebebasan yang tanpa batas, karena akan mengganggu tatanan kehidupan yang tenteram dan harmonis, sehingga kita abdikan demokrasi dan kebebasan ini untuk menjawab kepentingan rakyat, untuk mengatasi permasalahan rakyat, dan untuk membangun kesejahteraan rakyat.

Ke depan, kita harus terus menerus membangun dan mengembangkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara harmonis dan seimbang, dalam mana demokrasi dan kebebasan makin hidup, disertai kepatuhan kepada pranata hukum (rule of law), toleransi, serta etika dan aturan main yang kita sepakati bersama, sehingga kita akan benar-benar menuju kehidupan demokrasi yang mapan, yang memberikan ruang bertemunya berbagai elemen demokrasi secara harmonis dan memberikan ruang bagi kebebasan, disertai tanggung jawab untuk menggunakan kebebasan itu secara konstruktif.

Memberikan ruang bagi kebebasan berbicara disertai tanggung jawab untuk menggunakan etiket dalam berbicara; kebebasan pers disertai tanggung jawab untuk menyiarkan berita yang akurat dan obyektif; serta kebebasan berkumpul dan berunjuk rasa disertai tanggung jawab untuk melaksanakannya secara tertib.

Dalam era demokrasi dan reformasi sekarang ini, sejauh mungkin kita menggunakan cara-cara yang damai dan persuasif, dengan mengedepankan pendekatan keadilan dan kesejahteraan. Aspirasi daerah untuk mendapatkan keadilan, pemerataan pembangunan, serta wewenang yang lebih luas untuk mengatur daerahnya sendiri, kita tanggapi secara positif dengan menerapkan sistem desentralisasi dan otonomi daerah, termasuk otonomi yang luas untuk Provinsi Papua, Papua Barat dan Aceh.

Disamping itu…. Presiden SBY juga menyampaikan penegasan bahwa :

Kedaulatan dan keutuhan negara merupakan kepentingan nasional yang tidak dapat dikompromikan. Upaya untuk menegakkan kedaulatan dan keutuhan negara, kita laksanakan dengan berbagai cara. Mulai dari pendekatan yang paling lunak hingga yang paling keras. Pengalaman sejarah kita di dalam menangani permasalahan ancaman kedaulatan di dalam negeri, berbagai ragam cara dan pendekatan kita lakukan

Negara akan tetap tegas, bahwa tidak ada ruang bagi siapapun untuk melakukan gerakan separatisme yang mengancam kedaulatan dan keutuhan negara.

Kita juga harus tegar dan lentur menghadapi arus sejarah baru yang sangat dahsyat dan tidak dapat kita hindari: yakni globalisasi, dengan segala dampak positif dan negatifnya. Bangsa kita tidak boleh terlindas oleh gelombang sejarah ini.

Dan sebaliknya, bangsa kita harus dapat memanfaatkan dan meraih berbagai peluang yang timbul dari globalisasi. Untuk itu, kita harus menjadi bangsa yang unggul, bangsa yang berdaya-saing tinggi, bangsa yang inovatif dan kreatif. Bangsa kita juga harus kembali berada di garis terdepan dalam upaya membangun kemitraan global (global partnership). Kemitraan global ini mutlak diperlukan, agar umat manusia dapat keluar dari berbagai tantangan yang silih berganti: kesenjangan, kemiskinan, ketidak-adilan, penindasan, konflik, bencana alam, penyakit menular, terorisme, perubahan iklim, dan lain sebagainya.

****

Maka… ada baiknya juga kalau sodara-sodara setiap tanggal 16 Agustus menyediakan waktu sodara-sodara sejenak untuk menyimak pidato kenegaraan dari pimpinan bangsa ini. Kesampingkanlah sejenak “ketidaksukaan dan ketidakcocokan” sodara-sodara kepada orang (Presiden) yang berdiri diatas mimbar, biar kita masih bisa merasakan menjadi bagian (rakyat) dari “Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Siapapun Presidennya.

Ada kalanya kita perlu untuk “sepakat” ketika membicarakan segala sesuatu untuk kepentingan bangsa dan Negara… meskipun pada awalnya kita sudah “sepakat untuk tidak sepakat“. Dan berbeda itu memang-lah sebuah rahmat…. tapi ketika yang dibicarakan itu adalah sebuah “kebenaran“… maka tidak ada salahnya kalo kita mengambil sikap “sama“.

***

Mau baca Pidato Kenegaraan Presiden SBY tahun 2007 yang lalu…?? Silakan meluncur ke [sinihh]

**UPDATE**

Mau mbaca Pidato Kenegaraan Presiden SBY 2008…. silakan menuju ke [sinihh}

About these ads

8 Tanggapan

  1. yg pasti aku ndak bisa ngikutin pidatonya

  2. Gimana kalo ngikutin dari media internet…??
    *tengkiu tlah berkenan mampir*

  3. pidato kenegaraan presiden telah menjadi bagian dari ritual bangsa ini, bung. biasanya lantas menjadi komoditas politik. tapi ada kemajuan besar utk pidato pak sby kali ini, konon sudah ada komitmen utk merealisasikan anggaran pendidikan sebesar 20% seperti dalam UU mulai tahun 2009. salut!

  4. @ sawali :
    Di media cetak/elektronik pidatonya Pak Presiden lagee ramai dibahas. Mudah2an ajahh nyang dipidatokan bisa tercapai.

  5. wah… semoga bukan janji-janji semata… tengkyu mas atas publishitasnya…. bermanfaat buat penulisan saya…

  6. asdfghjktyu7iot5yu7ijtyjuiklkolytghyuhjyhunj

  7. @ dody :
    Janji adalah utang… saya kira Beliau-nya cukup memahami ituhh. Mudah2an semuanya itu bukan cuman retorika belaka.
    Btw… kembali kasih.

    @ amanda :
    ##$$@$^&%^*&*&%%^$$$^&&&%&, tengkiu tlah berkenan mampir.

  8. nyang penting BBM turun…

    uang sertifikasi buat guru juga udah turun….. hidup pak

    presiden!!!!

    kao dengerin pidatonya nggak pernah sampai selese….:))

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: