Agustusan

Teringat kembali saya pada masa kecil dulu. Semarak nuansa ketika bulan Agustus tiba. Jalanan nampak bersih. Tembok-tembok yang membatasi di kiri-kanannya tersapu cat putih dengan hiasan kertas berwarna-warni diatasnya.  Bila malam menjelang pun tambah meriah.  Aneka lampu berkerlap-kerlip, mengalahkan sinar putih-kuning kendaraan yang berlalu-lalang.

Sebelum ajang panjang pinang mewabah, permainan rakyat seperti kasti, badminton, catur, sepakbola dengan berbagai macam modifikasi di peraturannya sudah terlebih dahulu menjadi makanan setiap Agustusan. Pun demikian dengan permainan yang tidak terukur semacam makan krupuk, memasukan benang pada lobang jarum, balap kelereng, lari karung, pukul balon yang dikasih air didalamnya, mengambil uang yang tertancap pada buah semanga yang dilumuri arang hitam dengan gigitan, sampai permainan aneh-aneh yang tidak jelas juntrungannya tetapi bisa membuat ngakak semua khalayak – senantiasa menjadi primadona bagi anak-anak maupun orang tua di awal tahun 80-an untuk mengikutinya.

Beberapa pernah saya juarai, sementara beberapa yang lainnya pernah juga mempermalukan saya sebagai anak-cerdas :mrgreen: — Pernah saya nangis sesenggukan dan nyaris adu jotos karena kalah main catur waktu lomba 17-an.  Atau, pernah juga saya mukul balon tidak kena-kena dan mbingungi mencari jarum yang jatuh entah kemana sewaktu mengikuti lomba memasukan benang pada lobang jarum. Tetapi sesungguhnya yang selalu membuat wajah saya merah padam – jika saya disuruh berjoget dengan memakai pakaian perempuan sewaktu sepakbola ndangdutan. Sungguh, saya sangat jelek sekali kalau disuruh berjoget — meskipun memakai pakaian yang biasa saya pakai sekalipun — Pakaian laki, maksudnya. I can’t dance !

Sekarang – di Agustusan tahun ini saya dijadikan ketua panitia di komplek tempat tinggal saya. Amanah itu saya ambil alih setelah sebelumnya banyak yang menolak ketika didaulat menjadi ketua. Padahal baru tahun ini saya tinggal di komplek. Tolakan halus saya dengan mengatakan alasan ”kalau tahun depan saya siap menjadi ketuanya” ternyata tidak mempan babarblas. Repot? Mungkin. Malas? Sudah pasti itulah alasan yang sesungguhnya kenapa pada keberatan jika didaulat menjadi ketua panitia acara yang kayak gituan. *Haahhh… kayak gituan??!!*

Walhasil dengan penuh semangat amanah itu saya terima. Dengan kegiatan kantor yang masih padat merayap — mau-tak-mau saya harus bisa membagi waktu dengan cantik. Apalagi – ada tanggung-jawab moral yang harus saya penuhi ketika dengan ”jumawa” saya me-launching edisi merah-putih di blog serdadu95 ini (*haalaahhh!*). Maka waktu dan dana yang mepet pun berusaha saya optimalkan sebagai modal penggugah kreativitas bukan sebagai hambatan.

Dan — hitung-hitungan diatas kertas pun saya maksimalkan. Panitia baru mengadakan rapat yang pertama pada Senin sore kemaren (3/8/09). Langsung saja rapat yang pertama itu saya jadikan juga sebagai rapat yang terakhir. Tidak ada rapat lagi – langsung kerja.

Hasil rapat saya endonkan sehari, karena ada pekerjaan kantor yang harus saya selesaikan kemaren. Dan malamnya hitung-hitungan diatas kertas hasil rapat kemaren – saya susun jadi RGB dan Rabu sudah siap edar ke seluruh rumah warga di RT saya. Jumat besok – seluruh dana kumpul. Sabtunya checking terakhir dan Minggu pagi – kegiatan pertama siap dimulai.

Inilah rencana kegiatan yang akan saya laksanakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-64 Kemerdekaan RI….

giat-17an

Jahh… untung saja kebiasaan saya dalam menyelesaikan pekerjaan (masalah) yang berjibun dengan terlebih dahulu menyusun skala prioritas sangat membantu saya untuk menghadapi kondisi yang saat ini saya hadapi.  Alhasil, sampai sekarang ini – persiapan sebagai ketua panitia berjalan sesuai rencana, ngeblog, gawean kantor dan urusan rumah pun bisa berjalan seiring. Eeee… mudah-mudahan saja saya tidak tumbang karena kecapekan.

Kisanak — apakah sampiyan mau saya angkat jadi tukang pijet saya?

About these ads

Satu Tanggapan

  1. schedulenya keren… euy… sayang jadwal lomba pijetnya tak ada :mrgreen:
    *kaboooor*
    salam superhangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: