• Statistik Blog

    • 77,594
  • Arsip

  • Kategori

  • free counters

Drama di Indonesia

HiroshimaHari ini – 64 tahun yang lalu telah terjadi drama kemanusiaan yang amat mengerikan. 80 ribu jiwa lenyap. Seluruh bangunan kota pun luluh-lantak – menguap – rata dengan tanah. Kali ini si-“Fat Man”-lah yang menjadi raja jagalnya.

NagasakibombSebelumnya si-“Little Boy” yang berperan sebagai pangeran pencabut nyawa. Meski disebut “little”, tetapi nyawa yang berhasil direnggut lebih dahsyat – 140 ribu!

Hiroshima dan Nagasaki adalah korbannya. Dua bom nuklir (atom) yang dijatuhkan di kedua kota tersebut (Hiroshima–6/8/1945 dan Nagasaki—9/8/1945) membuat Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu seminggu kemudian (15/8/45).

Status Quo. Tidak ada yang berkuasa di negeri ini. Kemudian terjadilah drama heroik yang bertitle Peristiwa Rengasdengklok yang berujung pada pernyataan kemerdekaan negeri ini oleh Soekarno-Hatta. Indonesia merdeka – tetapi perjuangan belum selesai.  Kumpeni belum mau mengakui kemerdekan negeri ini.

Serentetan drama pun kemudian terjadi lagi. Agresi militer kumpeni yang dilancarkan – dilawan dengan gagah-berani oleh para pejuang negeri ini. Patah tumbuh hilang berganti – mati satu tumbuh seribu. Perjuangan yang tak kenal lelah mempuat kumpeni benar-benar kepayahan. Dengan berat hati – pada Konferensi Meja Bundar yang dilaksanakan di Deen Hag — mereka baru mengakui kedaulatan Indonesia. Dan drama Dwi Kora demi kebebasan Irian Jaya (Papua) akhirnya mengakhiri pendudukan kumpeni di negeri ini.

Ternyata – tidak berhenti sampai disitu. Drama selama Orde Lama – drama semasa Orde Baru sampai bergulirnya Orde Reformasi – berbagai jenis drama masih saja terjadi di negeri ini. Drama di negeri ini masih jauh dari kata selesai

Perjalanan menjadikan Indonesia yang “benar-benar” berdaulat masih sangat panjang saudara. Oleh karenanya – sabar dan berusaha-lah. Hanya itu yang ingin saya sampaikan. Karena – masih banyak lagi drama lain yang akan terjadi di negeri yang bernama Indonesia ini.

Menuntaskan drama-drama itu memang tidak mudah. Misal — kalau serangkaian drama yang terjadi di Solo, Jati Asih dan Beji (Temanggung) kemaren belum terjawab — bahkan masih jauh dari kata “tuntas” – maka bersabarlah — bantulah dengan berusaha “duduk manis” — berikan ruang luas bagi yang berkompeten untuk menyelesaikan — tidak malah ngrecoki.  *Ini salah satu contohnya saja*.

Jahh… bila semuanya mau bersabar dan  berusaha sesuai  dengan kapasitasnya — maka semua drama yang terjadi di negeri ini akan dapat dituntaskan.


Tinggalkan Balasan