Melanjutkan pidato pertama-nya, kemaren (14/8/09) — Presiden SBY menyampaikan Pidato Kenegaraan di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat, dengan tema Refleksi Kemerdekaan dan Dinamika Perjalanan Bangsa. Secara umum – saiya mengatakan…. bagus! (*haiiyahh!*)
Sejenak saiya terbelalak melihat aksi mimbar Beliau yang lancar-jaya dalam berorasi. Pembawaan sangat tenang. Gerak tangan berikut expresi wajahnya mantap. Pandangan matanya mampu menyapu hingga ke sudut-sudut ruangan. Rangkaian kata yang dilontarkan begitu rapi dan sistimatis. Padahal – tidak ada secarik kertas pun yang ada dihadapannya. Seolah-olah beliau menyampaikan secara langsung tanpa teks.
Ternyata tidak sodara. Sebenarnya – didepan Beliau ada layar tempat contekan. Tepatnya — “contekan” canggih ini terdiri dari dua buah layar bening yang berada di kanan dan kiri di depan podiumnya. Layar tersebut transparan sehingga siapa pun tak menyangka bahwa layar-layar itulah yang menyajikan rangkaian kata-kata dari naskah pidato setebal 40 halaman. Hebat.
Kalau pun ada yang kurang dari acara Pidato Kenegaraan Presiden SBY kemarin adalah – kelalaian dari “Sang Tuan Rumah”. Masak lagu Kebangsaan Indonesia Raya sampai bisa kelupaan tidak dinyanyikan di awal acara…?? SONTOLOYO!
Baidewee – pada kesempatan pidatonya — Presiden SBY mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan refleksi perjalanan kehidupan bangsanya.
Dalam hal ini — ada 3 point penting (momen sejarah) yang setidaknya bisa direnungkan dan diambil mutiara kebajikan (wisdom), yang tentunya akan sangat berguna bagi perjalanan bangsa Indonesia ke depan.
Pertama, tentang makna proklamasi kemerdekaan 1945, dan bagaimana kita terus mengaktualisasikan semangat kemerdekaan ini di masa kini dan di masa mendatang.
Kedua, tentang dikeluarkannya Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959, untuk kembali kepada Undang-undang Dasar 1945.
Ketiga, tentang kejadian di negeri ini sepuluh tahun yang lalu, yang merupakan awal dari era reformasi yang sampai sekarang tengah dijalankan.
Kemudian – Presiden SBY juga menyampaikan bahwa yang ingin dituju oleh bangsa Indonesia mendatang adalah Indonesia yang maju, bermartabat dan sejahtera. Untuk mencapainya — menurut Beliau – diperlukan 3 pilar kehidupan dalam bernegara yaitu: Kemandirian, Daya Saing dan Peradaban.
Heboh soal teroris yang menyeruak kembali di penghujung masa pemerintahannya – juga tidak luput dari perhatiannya. Menyangkut hal ini — Presiden SBY memang menyinggung secara khusus dalam pidatonya.
Diantaranya – SBY mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia agar bersatu melawan aksi-aksi terorisme, melindungi warga dan anak-anak muda kita dari pikiran-pikiran sesat dan ekstrim yang bisa mengarahkan mereka kepada tindakan terorisme serta membantu aparat keamanan dengan memberikan informasi terhadap pelaku terorisme yang bersembunyi di tengah-tengah masyarakat kita.
* Ada 10 strategi yang akan ditempuh untuk mengatasi aksi terorisme ini, yaitu :
1. Mengatasi akar-akar penyebab.
2. Melakukan langkah-langkah intensif untuk mencegah dan memberantas aksi-aksi terorisme kapanpun dan di manapun.
3. Memantapkan Demokrasi dan Keterbukaan.
4. Menjaga Hukum dan Ketertiban (law and order).
5. Menjaga dan meningkatkanp pertumbuhan ekonomi.
6. Meningkatkan kesejahteraan rakyat.
7. Meningkatkan Pembangunan Tata Kelola Pemerintahan yang baik (good governance) dan Pemberantasan Korupsi.
8. Melakukanperlindungan lingkungan hidup.
9. Menintensifkan pembangunan daerah di seluruh wilayah tanah air.
10. Mengembangkan kemitraan dan kerjasama global.
Sebagai penutup – SBY mengajak untuk mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan kepada Bangsa Indonesia. Selain itu – SBY juga mengatakan, bahwa pada hakikatnya setiap bangsa memiliki cita-cita dan visi strategisnya. Cita-cita ini tidak datang dari langit, tetapi mesti diraih dengan perjuangan dan kerja keras.
Oleh karenanya – kita harus mau bekerja keras dengan semangat satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa menuju masa depan yang gemilang, yaitu menjadi bangsa yang besar, maju, demokratis, berkeadilan, dan bermartabat.
***
NB. Pidato lengkapnya – silakan klik tautan berikut : PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN RI – 2009
DIarsipkan di bawah: Renungan | Ditandai: 2009, 64, demokratis, dpr, hut, indonesia, intisari, konvensi, merdeka, pidato kenegaraan presiden, ringkasan, sby





kadhal fakru ayyakuuna kufron.. mungkin ini penyebab utama gonjang ganjing di negara ini pak…
Sayang sekali ane kadak bisa liak aksi mimbar RI 1 secara langsung. kenapa??? satu, ane lagi tugas negara (ndlahops). dua, pasti ngumpat kaya ente ntar. sewu, ..embuh…(pancen ndlahops kiye).
Sing plenting kejadian ituh tuh bukan termasuk pelanggaran miturut PP 44 taon 1958 tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Atou ada peraturan nyang gress KomenDan..
tangal 17 augus INDONESIA MERDEKA!!!
merdeka!merdeka!,merdeka
apalah erti kemerdekaan !
jika raayat mu!maseh dalam kesempitan
merdeka,hanyalah untuk mu!
keluarga mu dan sahabat kamu!
punyai,BMW,MECEDEZ BENZ!!
rupiah,saperti air di kali!
bapak SBY!!
KAMI MASEH BELUM MERDEKA!
MASEH DI JAJAH DENGAN KEMISKINAN
MASEH LAGI REZEKI AYAM!
SAMPAI BILA AKAN TERUS BEGINI?????