Posted on Desember 5, 2008 by serdadu95
Persahabatan tidak hanya didapat melalui proses pencarian
Tetapi persabatan itu juga ditumbuhkan dari niat yg bersih
Persabatan bukan hanya sekedar memberi dan menerima
Tetapi persahabatn juga membutuhkan pengorbanan
Seorang sahabat tak akan menyembunyikan kesalahan tuk hindari perselisihan…
Justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya…
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan kasih-sayang,
Tetapi berani menyatakan dengan terus-terang meski itu menyakitkan
DIarsipkan di bawah: Puisi | Ditandai: aau95, Add new tag, akabri, ibis, sahabat, teman | 10 Komentar »
Posted on Oktober 24, 2008 by serdadu95
Biarkanlah terus mengalir
Jangan ditahan
Percuma !
DIarsipkan di bawah: Puisi | Ditandai: sair, Puisi, perubahan, air | 4 Komentar »
Posted on Agustus 15, 2008 by serdadu95
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring. Tetapi bukan tidur, sayang. Sebuah lubang peluru bundar di dadanya. Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang.
Dia tidak ingat bilamana dia datang. Kedua lengannya memeluk senapan. Dia tidak tahu untuk siapa dia datang. Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang.
Wajah sunyi setengah tengadah. Menangkap sepi [...]
DIarsipkan di bawah: Puisi | Ditandai: merdeka, pahlawan, Puisi, sajak, syair | 7 Komentar »
Posted on Agustus 8, 2008 by serdadu95
Namaku Indonesia.
Apakah Kamu masih ingat nama panjangku…???
DIarsipkan di bawah: Puisi | Ditandai: celoteh, indonesia, masa lalu, Puisi | 9 Komentar »
Posted on Juni 17, 2008 by serdadu95
Jika aku adalah Matahari…
Akan kuterangi harimu dengan kilauan mencerahkan
Akan kuatur panasnya hingga cahayanya menyejukan
Jika aku adalah Bulan…
Akan kubuat gelapmu dengan sinaran benderang
Akan kubingkai syahdunya hingga slamanya terkenang
DIarsipkan di bawah: Puisi | Ditandai: my dream, Puisi, syair | 6 Komentar »
Posted on Mei 4, 2008 by serdadu95
Akhirnya perjalananku terhenti di tepi jurang dalam nan terjal
Kupandang sekeliling… hanya padang tandus luas terhampar
Panas sang surya menghunjam hingga ke sumsum tulang
Kuhela nafas berharap hawa segar menjalar
Sayangnya… cuma dahaga yang mendera..
Sementara perjalanan masih panjang
DIarsipkan di bawah: Puisi | Ditandai: Renungan, syair | 2 Komentar »
Posted on April 11, 2008 by serdadu95
Biarkan lilin itu tetap menyala…
Dan buatlah terus menyala hingga habis sumbunya..
Kalau itu sebuah semangat…
Bukankah lebih baik dibiarkan terus berkobar ??
Lantas… kenapa harus dimatikan.. ??
DIarsipkan di bawah: Puisi | Ditandai: harapan, kesempatan, muda, semangat | Leave a Comment »
Posted on Februari 22, 2008 by serdadu95
Mesra mencinta mulai menghilang
Makna mengasihi musnah
Memalingkan muka menatap maya
Menggauli malam merengkuh maksiat
Mengucap mantra menyapa manja
Menebar mimpi memikat madu
Mata menggoda menguntai maksud
Menjerat mangsa merenggut masa
Mengapa mesti menipu
Mengumbar mesum merayu mendayu
Meretakkan mahligai merusak mahkota
Membuang mahar melupakan martabat
Mengacalah
Menyadarilah
Mendua itu memuakkan
DIarsipkan di bawah: Puisi | Ditandai: kata, Puisi, sair, selingkuh | 14 Komentar »
Posted on Desember 2, 2007 by serdadu95
Kurebahkan badanku ditilam tipis tanpa baju
Mataku menerawang jauh tak berujung
Gimana nasibmu anakku?
Masihkah kau ingat aku?
Kugulingkan badanku menatap batas dinding
Serasa bak pohon tak beranting
Gundah gulana lama tak bersanding
Rohku melayang meski raga masih terbaring
DIarsipkan di bawah: Puisi | Ditandai: anak, kangen | Leave a Comment »