Posted on Oktober 1, 2009 by serdadu95
Gempa mengguncang. Banyak bangunan runtuh, puluhan nyawa melayang. Isak tangis, duka nestapa mengema melingkupi negeri ini. Dan Indonesia pun kembali berkabung.
Sore kemaren, tepatnya pada pukul 17.16 WIB, gempa berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang wilayah Sumatera Barat. Gempa itu berpusat di 57 km Barat Daya Pariaman di kedalaman 71 km dan getarannya terasa sampai di Gunung [...]
DIarsipkan di bawah: Renungan | Ditandai: berita bencana, berita seputar gempa di padang pariaman, bmg, gempa, gempa bumi, gempa padang, hotel ambacang, jumlah korban, kompas, korban, mentawai, padang, pengetahuan tentang gempa, prediksi, ramalan, Renungan, sumatra, tewas, tsunami, wiki | 2 Komentar »
Posted on September 1, 2009 by serdadu95
Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. semuanya pasti akan selesai juga. Kalau karena sesuatu dan lain hal masalah itu tidak terselesaikan – maka masih ada Sang Waktu yang akan menyelesaikannya. Ini bukan perkara lari dari tanggung jawab. Tetapi – ini bicara soal kemampuan.
Bahwa kemampuan manungsa itu ada batasnya. Ini tidak tak terbantahkan. Oleh karenanya [...]
DIarsipkan di bawah: Renungan | Ditandai: akhir, awak, lahir, manungsa, manusia, mati, pasrah, Renungan, sahabat, sang waktu, Tuhan | 4 Komentar »
Posted on Agustus 23, 2009 by serdadu95
Jahh… meskipun pintu neraka dikunci, tetapi syaiton yang ada di hati masih bisa teriak lantang – menggoda siapa saja yang tidak focus dalam menjalankan ibadahnya. Nah, kalo kemudian di bulan yang penuh dengan berkah ini masih ada manusia yang ndak mendapatkan keberkahan… saiya kira bisa dimaklumi. Begidulah manusia. Rentan terhadap godaan.
DIarsipkan di bawah: Renungan | Ditandai: berbuka, godaan, manusia, puasa, Renungan, saur | 6 Komentar »
Posted on Agustus 17, 2009 by serdadu95
Setelah Sang Dwi Warna berkibar – menjaga agar tetap berada di puncaknya adalah kewajiban. Bahkan semestinya – puncaknya harus senantiasa ditinggikan, biar generasi mendatang bangsa ini masih bisa memandangnya. Tidak hanya sekedar memandang – tetapi menatap dengan penuh kebanggaan, melihat tanpa pernah sedikitpun berpaling.
Indonesia adalah milik kita bersama. Bukan hanya punya pemerintah yang berkuasa atau [...]
DIarsipkan di bawah: Renungan | Ditandai: indonesia, kemerdekaan, merah putih, refleksi, sang dwi warna, selamat ulang tahun | 1 Komentar »
Posted on Agustus 15, 2009 by serdadu95
Melanjutkan pidato pertama-nya, kemaren (14/8/09) — Presiden SBY menyampaikan Pidato Kenegaraan di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat, dengan tema Refleksi Kemerdekaan dan Dinamika Perjalanan Bangsa. Secara umum – saiya mengatakan…. bagus! (*haiiyahh!*)
Sejenak saiya terbelalak melihat aksi mimbar Beliau yang lancar-jaya dalam berorasi. Pembawaan sangat tenang. Gerak tangan berikut expresi wajahnya mantap. Pandangan matanya mampu menyapu hingga [...]
DIarsipkan di bawah: Renungan | Ditandai: 2009, 64, demokratis, dpr, hut, indonesia, intisari, konvensi, merdeka, pidato kenegaraan presiden, ringkasan, sby | 3 Komentar »
Posted on Agustus 5, 2009 by serdadu95
Jangan sampai melupakan sejarah (Jas Merah), demikian Soekarno pada sebuah kesempatan pernah berkata.
Sungguh, negeri ini dilahirkan dengan bergelimang alur cerita yang sangat ”mengesankan”. Yang bahagia sampai bergelora, yang susah pun tidak jarang menyayat-nyayat. Semestinya manungsa yang hidup di negeri ini tidak perlu untuk diingatkan. Karena, sesuatu yang ”mengesankan” itu biasanya terpatri kuat dalam ingatan. Tetapi [...]
DIarsipkan di bawah: Renungan | Ditandai: cermin, indonesia, ingatan, jas merah, kemerdekaan, manusia, merah putih, Renungan, sejarah, soekarno | Leave a Comment »
Posted on Agustus 1, 2009 by serdadu95
Bulan Agustus bagi Indonesia adalah bulan yang sangat sakral. Di bulan inilah, tepatnya tanggal 17 enampuluh empat tahun yang lalu… Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Sang Merah Putih pun mulai saat itu bisa berkibar sejajar dengan bendera-bendera Negara lainnya. Dan Lagu Indonesia Raya pun dapat berkumandang dengan lantang diantara lagu-lagu kebangsaan lainnya pula.
Memerdekaan dirinya ditengah berbagai macam [...]
DIarsipkan di bawah: Renungan | Ditandai: indonesia, peringatan, merdeka, proklamasi, agustus, merah putih, edisi merah putih, 64 tahun indonesia merdeka, cinta tanah air | 4 Komentar »
Posted on Juli 15, 2009 by serdadu95
Jahh…. kadang posisi emang menentukan rejeki. Tapihh, jangan keburu nuduh nyang ndak-ndak duwelu. Masalahhnya… ndak semuwa nyang berada di “posisi puenaak” entuhh, rezeki nyang didapat dari hasil berbuwat curang, mengkorup atohh memanfaatkan “posisi puenaak” entuhh (baca:jabatannya).
Positif thinking ajahh, mungkin emang di tubuhnya mengalir darah juragan kepunyaan ortu atohh mertuwanya… sapa teu? Yaa… ndak??! Jahh… kalo-pun [...]
DIarsipkan di bawah: Renungan | Ditandai: dosa, harapan, keyakinan, neraka, optimis, pahala, surga | Leave a Comment »
Posted on Juli 2, 2009 by serdadu95
Emang lidah entuhh ndak adahh tulangnyahh. Oleh karenanya… gerakanya suwangat “lentur” dan mudah “dimainkan”. Tapihh meskipun begidu, tanpa printah dari si-pemiliknya maka sang lidah tersebut ndak akan isahh bergerak. Artinya bahwa si-pemilik lidah-lah nyang berkuwasa penuh atas pergerakannya.
Dalam kehidupan manungsa, lidah dan rekan sejawatnya nyang bernama mulut dan pita suwara mempunyai peranan nyang suwangat penting. [...]
DIarsipkan di bawah: Renungan | Ditandai: bicara, harapan, lidah, mulut, pilpres, Renungan | 2 Komentar »
Posted on Mei 20, 2009 by serdadu95
Hidup adalah misteri. Tidak isahh dipastikan tapihh mungkin bisahh diduga-duga. Kalau sampiyan percaya dengan nyang namanya hukum sebab-akibat, mangka “menduga-duga” adalah efek lanjutan nyang muncul begidu ajahh (spontan) manakala manungsa melihat kejadiyan nyang “wah” didalam kehidupan enihh. Dan sebagai ekses dari proses “duga-menduga” entuhh, mangka muncullah berbagai macam spekulasi nyang berujung pada pertanyaan-pertanyaan. Mengapa…. Kenapa… [...]
DIarsipkan di bawah: Renungan | Ditandai: A-1325, angkatan udara, bela sungkawa, cermin, dugaan, harapan, hercules, indonesia, kecelakaan, madiun, menduga, pesawat, tni au | 11 Komentar »