indonesia dlm sebuah retorika

Untung gak dapat diraih, malang gak dapat ditolak. Alih-alih mo jadi Macan Asia malah jadi Mangsa kASIAn. Begitulah mungkin yg terjadi pada negeri yg daripada dulu orang sering mengatakan Gemah Ripah Loh Jinawi, Tata Tentrem Kerta Raharja. Jahh… meski ampe sekarang Gemah-nya gak ripah-ripah, Loh-nya gak pernah Jinawi *) , bahkan yang di-Tata gak Tentrem-Tentrem dan si Kerta-nya juga gak pernah Raharja **), moga-moga kita sebagai yg daripada namanya anak bangsa slalu ingat pantunnya kata-kata Mas Gombloh dalam sebuah tembangnya….. “Biarpun Bumi Bergoncang Kau tetap Indonesiaku…..bla…bla…bla…dan bla(ik)…..” Jahh….(sekali lagi) semoga kita semua mangsih ngrasa begetoo…sehingga apa-pun yg terjadi dgn bangsa ini kita jga mangsih ngrasa sebagai manusia yg namanya daripada Indonesia.

Mas…Mbak…Yu…Kang…Dik….Jeng….Dab…Broo…Bos…., bisahkah masalah terselesaikan dgn lenguhan keluhan yg diteriakan terus-menerus….?? Klo jawabanya “gak isah….”, ya monggo kita (coba) hentikan lenguhan keluhan . Nnjut…apakah dgn menye-menye misah-misuh bisah menghilangkan keterpurukan ….?? Klo jawabnya “gak isah…”, mbok yao kita (kurangi) stop menye-menye misah-misuh-nya. Lha truss…., klo kita hentikan keluhan dan menyetop yg namanya daripada misah-misuh apakah masalah bisa terselesaikan dan keterpurukan bisa ter-hilang-kan…??? Jahh….meskipun gak sepenuhnya bisa jadi jaminan, namun dgn menghentikan keluhan dan menyetop menye-menye misah-misuh-nya paling tidak bisah bikin suasana menjadi lebih piss man damai dan tenang.

Ketenangan dan kedamaian dua kata yg berawalan ke dan berakhiran an semakin susah kita temui di negeri yang daripada namanya Indonesia. Susah….bukan berarti gak ada. Sebenarnya kedamaian dan ketenangan di negeri yang daripada namanya Indonesia ini mangsih ada…….hanya saja susah ditemukan. Bener lho….sesungguhnya kedamain dan ketenangan di negeri yang daripada namanya Indonesia ini bener-bener mangsih ada ……hanya mungkin sudah semangkin susah ditemukan (*Lhah….kok jadi mbulet gini ya….???*)

Maaf….karna klo kuteruskan tulisan ini bakalan jadi keluhan yg mungkin juga bisa bikin aku jadi ikutan misah-misuh……, lebih baik begini ajalah…..Stop lenguhan keluhan dan hentikan pisuhan. Selesai!!

Catatan:

*) , **) maaf…jgn tanyakan maksudnya yg penting enak dibaca.

7 Tanggapan

  1. bener baget mas,
    kalau kaki kita terluka karena jatuh dari motor, dan kita hanya merengek kesakitan saja, apakah rasa sakit itu bisa ilang? kan tidak, sakitnya bisa ilang kalo diobati
    ini cuma perumpamaan saja loh
    salam kenal dariku

  2. @ Hair :
    Yup…, diluaran sana sudah terlalu banyak yg ngeluh Kang.
    *salam kenal n tengkiu for comment-nya)

  3. setuju kang..!! teriakan, makian, dan rengekan tidak akan menyelesaikan apapun di negeri ini. bahkan membuat masalah semakin runyam.
    tapi saya kurang setuju kalau kedamaian susah ditemukan di negeri ini. kedamaian masih ada di setiap hati manusia, jika mereka mau menyibak kabut keserakahan dari dalam dirinya.

  4. @ kumandigital :
    “tapi saya kurang setuju kalau kedamaian susah ditemukan di negeri ini. kedamaian masih ada di setiap hati manusia, jika mereka mau menyibak kabut keserakahan dari dalam dirinya….”

    Itulah….masalahnya banyak yg gak mo menyibak itu kabut…. jadinya…memang susah ditemukan kan…???
    (*gak setujunya dimana yahh…??!!*)

  5. waduh.. maaf pak mayor, tadi lupa nyantumin ID. Biar tidak lempar komen sembunyi URL gitu.. hehehe…

  6. @ Kumandital (2):
    Ocreee clear…Kang!
    But..di postingan ini…kata “Ketenangan dan Kedamaian” = “tidak rusuh” so lebih mengarah pada sebuah “Tindakan / Perbuatan” bukan soal “rasa” yg berkaitan dgn “anugrah” yg Maha Kuasa, artinya bahwa Saya tidak sedang mem-Filsafat-kan kedua kata tsb. Saya hanya ingin menyampekan pesan moral “Stop Mengeluh dan Stop Misuh” karena di negeri ini… sudah terlalu banyak orang yg suka-nya cuman “ngeluh dan misuh”….terlalu banyak bahkan sangat berlebih.

    Trus…jwaban komen Saya sebelumnya lebih pada penggunaan kata “jika” yg kurang “pas” yg sampeyan gunakan pada kalimat : “kedamaian masih ada di setiap hati manusia,*jika* mereka mau menyibak kabut keserakahan dari dalam dirinya”>>> Coba deh..sampeyan baca sekali lagi “kalimat” Sampeyan trus..lanjutkan dgn jawaban komen Saya sebelumnya…kemudian baca lagi postingan saya mulai dari paragraf kedua(Mas…Mbak… dst)sampe akhir….

    Jahh…hanya masalah “sudut pandang” yg berbeda aja Kang,…it doesn’t matter-lah…kan..???

  7. sip lah pak.. senang bisa berdiskusi dengan bapak. lanjoo..t…(*ambil ransel, terus blogwalking*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: