sebuah diskusi…

Tengkiu Boss…, wawasan saya jadi bertambah meski sebagian ada yg agak gak “DONG”. Tapi sebelumnya maaf Boss…. tulisan sampeyan ttg “STAFF TURNOVER” meski sampeyan panjangkan sampai “Anyer-Panarukan”…, ujung-ujungnya adalah sebuah alasan pembenaran jika (pada suatu ketika) ada seorang serdadu yg men-“turnover”-kan dirinya.

Sebenarnya… men-“turnover”-kan diri dari dinas… itu gak masalah…. cuman kalo “reason”-nya hanya karena uang (gaji) belaka maka… yahh… jangan marah klo ada orang yg men-“judgment” sampeyan : mata duitan… gak loyal… gak tau diri ato umpatan-umpatan sejenis lainnya.

Yup… TNI bukan seperti organisasi ato perusahaan, yg menempatkan “money” sebagai tujuan utamanya. TNI itu owner-nya adalah negara (baca: rakyat). Bukan Pak Dirman, bukan Pak Suryadarma, bukan Pak Yos Sudarso, bukan juga Panglima TNI, KSAD, KSAU, KSAL ato Presiden sekalipun… tapi NeGArA… RaKYat-lah yg punya. So…meski “Some advantages of staff turnover are that unwanted employees who are not doing their job well or do not fit for post…” (sekalipun), TNI tidak bisa dengan seenaknya men-“dismiss”-kan para tentaranya, meskipun “the targets are not reached (yet)”. Lantas… jika target TNI adalah ketentraman bangsa dan negara…, apa ya… kita-kita harus di-“dismiss”-kan juga karena negara ini gak tentram-tentram..???

Okelah Bos…..,“With this staff turnover the organisation will start with enthusiastic employees who are willing to do their job well and can increase production”..aku setuju dgn itu…. Tapi TNI is special organisation, very different-lah if to compare with the other public organisation. Meski sebenarnya TNI bolah-boleh aja memecat/mem-pensiun-kan anggotanya tapi… itu tidak boleh dilakukan dengan semena-mena ato hanya sekedar menggunakan alasan “inefficient employees” saja.

Intinya…. “men-turnover” dan minta di-” turnover”-kan adalah dua kasus yg berbeda. Pendek kata…kalo TNI mo “men-turnover” anggotanya harus ada alasan yg jelas dan (tapi) anggota TNI jangan pernah dibukakan celah untuk minta di- turnover-kan. Wah…kejam kalee ya…, disitulah menurutku letak bedanya TNI dengan organisasi lainnya. Lihatlah tujuannya… lihatlah gimana niat anggotanya yg masuk karna ingin mengabdikan dirinya demi nusa dan bangsanya… maka disitu-pulalah akan kita lihat letak perbedaannya. Kalau gak percaya…. cobalah bacalah yg *ini….*, apa yg kamu dapatkan disitu…..??

Maaf….saya tidak mengajak sampeyan ikutan mati bareng di TNI… tapi seperti yg saya bilang sebelumnya…. yaitu UpToYou-lah….

Lalu temanku menanggapi apa yg saya katakan di atas…. “Kok ngomongmu kaya Cinca Laauwwraa sehh…???”

*************
UPDATE :
Saya beserta keluarga mengucapkan selamat kepada Senior, Rekan dan Junior yg per 1 April ini naek pangkat dan/atau menempati jabatan baru… semoga sukses selalu. Amin

Iklan

10 Tanggapan

  1. ArtinYa,,
    TNI juga punya saya donk..:-P
    harusnya tugas pokoknya membuat ketentraman kan..
    mengayomi dan melindungi masyarakat,,itu fungsinya..
    tapi kenapa yaaa saya kok tidak dibuat tentram,,oleh seorang TNI..
    ya jiwa ya raga,,saya KECEWA!!!!:(
    :-P:-P:-P

  2. dilemma kawand. Masyarakat Endonesa itu sukanya mikir generalisasi. satu personel TNI yang salah, semuanya jadi dianggap ngga becus njalankan tugas… *mbaca komeng diatas*
    walopun memang sih, ndak seharusnya personel TNI berkelakuan ndak benul, tapi apa mo dikata? dengan banyaknya anggota kek geto yang bermacem-macem sifatnya…
    dan juga bukan berarti saia membela TNI, setidaknya TNI juga harus meningkatkan performance-nya. *halah*
    ____________
    @Mia
    sekarang kalo misalnya sama sekali ndak ada TNI. kita bisa apa tho mba? no offense, cuma buat renungan aja. Ah ya, mba’e dibuat ndak tentrem oleh SEORANG TNI, tapi kenapa TNI-nya yang diserang, eh? kalo emang tuh SEORANG TNI-nya ndak bener, kenafa ndak dilaforin sahaja? skali lagi, no offense.
    ____________
    jahh..benul-benul blog itu berasa enak sangadh, jarang sangadh saia bisa ngritik anggota TNI secara lansun. mhuehuehuehue…
    ____________
    ah ya, soal turnover-turnoveran. kalo menurut saia sendiri sih, yang disampaikan dikau ada benulnya juga ko’. lagifula TNI itu khan bukan organisasi umum yang bisa asal turnover, ataufun anggotanya yang bisa asal turnover. ah ya, emang ini lagi diskusi sama siafa tho kawand?
    ____________
    “Yup… TNI bukan seperti organisasi ato perusahaan, yg menempatkan “money” sebagai tujuan utamanya. ”
    yeah, quote of this day!!!
    ____________
    maaf, komengna kefanjangan. soale fostingan ini unik sangadh. saia jadi sedikit banyak lebih ngerti soal TNI. ah ya,

  3. sepakat banget bung serdadu. dari sisi sejarah, sejak jadul TNI itu memang milik rakyat, milik bangsa. target dan tugas utamamya *halah sok tahu* menjaga negara dari rong2an musuh, baik dari dalam maupun dari luar. tapi, sejarah juga tak pernah bisa berbohong kalau dinamika dalam tubuh TNI mengalami pasang surut. semoga para serdadu kita benar2 mampu kembali kepada “khittah”-nya, bersama rakyat mewujudkan negara dan bangsa yang adil dan makmur.

  4. Well…..
    Menurut sayah segh,

    Pertama, tingkatkaeun gaji TNI sewajarnya. (kan udah penuh pasilitas)
    Keduwa, tingkatkeun propesionalisme sebagai tentara….

  5. ntar dulu , lagi nyari kalimat yang sama dengan cinca laura
    ada ngga ya ?

  6. @ Mr. Hoek :
    Yup… sewetuju sangad Mister… Sampiyan emang “owner” yg baek…
    ——
    *Nunggu jawaban dari mia…*
    ——
    “jahh..benul-benul blog itu berasa enak sangadh, jarang sangadh saia bisa ngritik anggota TNI secara lansun. mhuehuehuehue…”

    >>> He..he..blog emang sangad enak Mister.. tapi tepatnya …. diblog ini sampiyan hanya isah ngritik “saia” aja. mhuehuehuehue…(juga)
    ——
    “….TNI itu khan bukan organisasi umum yang bisa asal turnover, ataufun anggotanya yang bisa asal turnover. ah ya, emang ini lagi diskusi sama siafa tho kawand?”

    >>> Maaf Mister… ra tak kandani…mhuehuehuehue…(lagee)
    ——
    “…maaf, komengna kefanjangan. soale fostingan ini unik sangadh. saia jadi sedikit banyak lebih ngerti soal TNI. ah ya”

    >>> It’s ocree Mister… Tepatnya…, sampiyan jadi sedikit banyak lebih ngerti soal “saia”… (lagee-lagee)mhuehuehuehue….

  7. hihihihi…
    jadi Malu..
    teNang aza Mas..
    it’s not a big problem..
    I’m stiLL life without them..ok??
    ThanK for Comment

  8. Ini postingan diskusikan?? .. nimbrung ya.

    Saya setuju Kep, bahwa organisasi TNI itu ‘beda’ dengan organisasi sebuah perusahaan. Karena, perusahaan itu sifatnya berkembang, memiliki target dan effort untuk tetap eksis dalam persaingan.

    Institusi penjaga keamanan, tentu harus dikelola berdasarkan kondisi dan situasi. Pada saat ‘perang’ tentu dipergunakan ‘model manajemen menyerang’. Sedangkan pada saat damai, dipergunakan ‘model manajemen konsolidasi’ bukan bertahan karena memang sedang tidak diserang.

    Menyangkut mengenai SDM-nya, tentu perlakuannya harus beda dari mengelola perusahaan atau apa pun. Seharusnya SDM di institusi ini dibebaskan dari mencari uang. Beda dengan perusahaan yang ditargetkan mencetak laba alias mencari uang.

    Seorang prajurit, seharusnya sudah dicukupi kebutuhan dasarnya. Mulai dari sandang, pangan dan papan. Sehingga seluruh darma baktinya bisa diberikan ke negara secara utuh tanpa memikirkan mencari uang. Segalanya harus disediakan oleh negara dalam hal ini rakyat.

    Itu yang seharusnya 🙂

    Buktinya .. saya pernah membaca di TIME — lupa edisi kapan — bahwa anggaran pertahanan keamanan Indonesia paling rendah dibandingkan seluruh negara di ASEAN bahkan kalah dari negara Vietnam. Saya suprise membaca nya. Jangan dikata, anggaran Singapura dan Malaysia, jauh diatas Indonesia.

    Saya dapat memahami ‘ketakutan’ sebagian rakyat kita, jika anggaran pertahanan besar, nanti negara dipimpin dari angkatan. Ini masalah politik, saya ga ikut2 hehehe 🙂 yang saya prihatinkan, mengapa kita harus curiga dengan orang yang justru melindungi rakyat Indonesia.

    Bagaimana menggenaskan peralatan tempur yang dimiliki negara ini. Apalagi untuk kesejahteraan para prajuritnya. Saya salut dengan teman2 prajurit — terutama yang tinggal di daerah2 perbatasan. Untuk melihat turnover-nya kita harusnya melihat dalam persentase. Jika masih kecil dan dibawah ambang maksimal, saya pikir masih dapat diterima.

    Semoga TNI tetap jaga. Terima kasih kapten. Grak!!!! *halah*

  9. File-nya ditunggu lho Bang…:)

  10. @ Mia :
    hooouuuccreeee….he..he..he…

    @ erander :
    Kata para para “artis” klo ngomongin masalah “honor” huiiituuu tabu Kang… karna “kesejahteraan” atopun “angaran” untk beli alat2 perang… sepenuhnya tergantung para “owner” lewat perwakilannya yg ada di “senayan” sana… dgn kata lain “itu” keputusan politik. Sampe saat ini emang anggaran untuk TNI… gak lebih dari 1% dari seluruh dowit yg dimilki oleh negara ini (baca: APBN). Kenapa bisa begeetu..?? sekali lagi itu keputusan politik dan “kita” taat dgn aturan itu.

    Di zaman sekarang… emang seharusnya kita gak lagi mempermasalahkan sipil ato militer… toh sama2 org Indonesia juwega. Jika “mumpuni and top-markotop” menjadi pimpinan negara ini… mari kita dukung sama2. Pengkotak-kotakan akan membawa bangsa ini menjadi mudah diperdaya dan dihancur-binasakan. Mungkin sudah pada banyak yg lupa dgn “Bhineka Tunggal Ika” dan terbuai dgn lagunya para ekstrimis2 jaman “londo” dulu yg berjudul “devide et impera”… bangsa sendiri dicerai-berai dan dijajah tanpa ampun (yg kacaunya) oleh anak bangsa sendiri… ironis sangad..

    Memang masih banyak yg “aneh2” tapi juga gak sedikit yg lurus dan punya hati seputih kapas dan seluas samudra… Menjaga agar tetap “bersih” emang sulit… tapi bukan berarti tidak bisa kan.. ???(yg ini ini oto-kritik Kang…)

    @ gamma :
    Waduhh… urusan apa ini yahh..??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: