Merenungi Kemerdekan Bangsa

Dan… beruntunglah kita yang tinggal menikmati buah dari perjuangan para pahlawan bangsa ini. Kita tidak perlu bersusah-susah manggul senjata, bertaruh nyawa, mengorbankan harta-benda, terpisah bertahun-tahun dari keluarga karena harus bergerilya menembus lebatnya hutan, mendaki puncak pegunungan, menuruni lembah dan jurang curam, melawan moncong senapan dan meriam lawan, dan entah kesengsaraan macam apalagi yang mesti dilalui… untuk merebut kemerdekaan dari tangan kumpeni.

Melihat perjalanan panjang perjuangan para pahlawan kusuma bangsa dalam mendirikan negara ini… maka menghargai jasa-jasanya adalah sebuah keharusan, jika kita masih ingin disebut sebagai manusia beradab. Apakah cukup hanya dengan mengadakan upacara bendera tiap 17-an..??? Saya kira tidak. Ikut mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan melakukan segala sesuatu yang bermanfaat demi bangsa dan negara ini… merupakan langkah beradab sebagai manusia Indonesia yang dilahirkan tanpa merasakan masa-masa perjuangan merebut kemerdekaan.

Menumbuhkan semangat nasionalisme di dalam diri bukanlah perkara mudah. Persaingan yang keras, dalam memenuhi kebutuhan hidup dan perkembangan dunia yang semakin meng-global, membuat kita sering kesusahan menumbuhkan semangat itu. Bahkan untuk memikirkan saja… kita harus menunggu tanggal 17 Agustus tiba. Dan Seolah rasa cinta kita buat bangsa dan negara ini sudah habis karena rasa cinta yang ada sudah kita habiskan buat yang lainnya. Menyedihkan memang… tapi inilah kenyataan yang terjadi.

Melihat kondisi bangsa yang sangat ruwet… penuh dengan berbagai masalah yang kadang-kala sering mengorbankan harkat dan martabat bangsa, tentu saja jika terus-menerus dibiarkan maka harkat dan martabat bangsa ini bisa jadi akan benar-benar hilang. Memang…., kadang kita sering berteiak-teriak menghujat penyelewengan… tapi sayangnya, disisi lain kita juwega melakukan kesalahan dalam bentuk lain yang seolah membenarkan sebuah pepatah “gajah dipelupuk mata tidak kelihatan sementara semut diseberang lautan nampak jelas terlihat”.

Maka… ada baiknya kalo kita intropeksi diri. Janganlah kita sampai merasa benar sendiri terus sementara yang lain selalu dianggap salah. Saya yakin, melakukan intropeksi diri adalah bagian tersulit dari semua bagian yang biasa dilakukan oleh makhluk Tuhan yang disebut “manusia” ini. Kebanyakan yang terjadi memang “buruk muka cermin dibelah”. Tapi apakah kita tidak bisa melakukan…???

Adalah sesuatu yang sangat menyedihkan apabila kata-kata Ronggowarsito di Serat Kalatida-nya yang berbunyi ” Saiki jamane jaman edan. Yen ra edan ra keduman. Ning sakbejo-bejane sing “edan” luwih becik sing “eling” lan wapada“…. sampai tega di-pleset-kan menjadi ” Saiki jamane jaman edan. Yen ra edan ra keduman. Ning sakbejo-bejane sing “Eling” luwih becik sing “Edan” ning wapada“. Sekali lagi…. sayangnya memang masih banyak yang pada tega me-mleset-kannya.

Kamu sendiri bagaimana sodara…??

*****
gambar diambil dari [sinihh] trus disotoshop-in.

Iklan

9 Tanggapan

  1. saya sudah capek teriak-teriak pak… mendingan saya perbaiki kekurangan di diri saya sendiri dulu

  2. saya adain lomba ngeblog menyambut 17-an
    mudah-mudahan bisa memberi sedikit kebaikan

  3. @ itikkecil :
    Gemana kalo tereak2-nya tetep diterusin sambil memperbaiki kekurangan di diri sendiri. Jeung..??

    @ Edy :
    Wehh… buwagus ituhh Bung… Saya yakin ituhh akan sangat bermanfaat. Go for it-lah n smoga sukses.

  4. Hmmmm…emang mengakui kesalahan sendiri itu lebih susah daripada menyalahkan orang lain….wah dalem nih postingannya hehehehe, jadi gimana gitu…halahhhh, btw mas say link ke blog sy ya…kemarin2 ngasih komen tp aku buka link nya kagak bisa, jadi aku kehilangan jejak mu hahahahahaha

  5. @ novi :
    Demikianlah kira2 Jeung… intropeksi diri itu memang susah sangat.

    Btw, silakan di-link n tengkiu tlah berkenan nge-link.

  6. Lha kok malah nanya to pak….?!
    Bapak sendiri gemana..? Sapa tau nyang nulis malah lupa introspeksi …

  7. @ fans :
    Oleh karena itulah Dik…. saya bikin tulisan inihh….

    Mangsudnya biyar saya selalu ingat ajahh. Nah…. biyar dpat pahala juwega… maka saya ngajak situ dan sapapun nyang baca tulisan inihh buwat intropeksi diri.

    Yahhh… namanya juwega manusia Dik…. kadang ingat…. kadang lupa…. Yaa ndak..?? 😆

  8. “mengisi kemerdekaan dengan melakukan segala sesuatu yang bermanfaat demi bangsa dan negara ini… merupakan langkah beradab sebagai manusia Indonesia yang dilahirkan tanpa merasakan masa-masa perjuangan merebut kemerdekaan.”
    SANGAT SETUJU SEKALI,,,

  9. saya kira ini perjuangan belum merdeka secara harpiah memang sudh terlepas dai penjajah2 tapi skarang lgi di jajah oleh bangsa sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: