Emansipasi ala Kartini, Sudahkah??

raden_adjeng_kartiniNdak teu saiya apa nyang adahh di benak Ibu Kartini jika beliau melihat kaumnya nyang merasa terilhami dengan pemikirannya, dalam mewujud-pahami mangksud dari emansipasi ala Kartini di jaman sekarang enihh. Apakah beliau akan bangga tertawa ria tanpa jeda? Atao malah senantiasa mengelus dada seraya menggeleng-gelengkan kepala menahan kecewa? Sungguh, saiya ndak teu. Karena saiya adalah seorang lelaki, nyang ndak selalu bisahh mengerti dengan jalan pikir para perempuwan dalam memahami arti emansipasi inihh.

Melihat kenyataan nyang adahh, menyoal masalah peran serta perempuwan dalam kehidupan terkait dengan Emansipasi ala Kartini [*haaiiiiyaahh*], terkadang dibenak saiya muncul pertanyaan…

Apakah nyang dimaksud emansipasi oleh Kartini adalah kesetaraan tanpa kompromi? Dalam arti, semua nyang dilakukan para lelaki harus bisa juwega perempuwan tangani?

Apakah nyang dimaksud emansipasi oleh Kartini adalah bisahh berbuwat sesuka hati? Dalam arti, tidak ada nyang bisahh menghalangi lagi apapun nyang perempuwan ingini?

Apakah nyang dimaksud emansipasi oleh Kartini adalah boleh ndak peduli dengan nyang dikodratkan Illahi? Dalam arti, semuwa harus bisahh memaklum-pahami bila perempuwan mengenyampingkan naluri keibuwan nyang mereka miliki?

Jahh, pertanyaan-pertanyaan entuhh muncul begidu ajahh dibenak saiya. Sebab nyang saiya pahami tentang emansipasi ala Kartini berdasarkan pelajaran sejarah nyang saiya pelajari sewaktu saiya sekolah duwelu, adalah sebuwah “pemberontakan secara santun” nyang dilakukan oleh seorang perempuwan nyang bernama Kartini atas kenyataan nyang berlaku di masa entuhh, dimana perempuwan selalu ditempatkan pada posisi sebagai obyek penderita oleh lawan jenisnya.

Seorang perempuwan pada jamannya emang cuman dicekoki dengan paham “sendika dhawuh“, sehingga ndak heran para perempuwan entuhh sudah cukup puwas kalao disebut sebagai “konco wingking” ajahh. Bahkan, istilah “suwargo nunut neraka katut” pun dibiyarkan bersemayam dengan nyaman di benak tanpa pernah dibantah sedikitpun oleh mereka.

Dan hadirlah Kartini sebagai pioneer pendobrak dari sebuwah tatanan pengkondisian pelemahan peran perempuwan dalam kehidupan. Jalur pendidikan-lah nyang beliau pilih sebagai langkah awalnya. Karena, dengan kecerdasan dan pembukaan wawasan nyang seluwas-luwasnya bagi kaumnya, maka peran perempuwan dalam kehidupan akan dapat ditingkatkan. Dengan begidu, perempuwan ndak lagee diposisikan hanya sebage obyek penderita ajahh tapihh bisahh juwega “bersama-sama dengan lawan jenisnya” berbagi tempat sebage subyek dalam sebuwah tatanan nyang berkembang di masyarakat.

Singkatnya, pendobrakan tatanan nyang dilakukan oleh Kartini enihh berhasil dengan sukses. Kumpulan surat-suratnya nyang dibukukan dalam sebuwah maha karya nyang berjuwedul “Habis Gelap Terbitlah Terang” telah mampu meng-ilhami berkembangnya paham baru bagihh para perempuwan di Indonesia nyang dikemudian hari diikenal dgn sebutan Emansipasi.

Jahh…, secara pribadi saiya sangat setuju kalo perempuwan entuhh bukanlah obyek penderita sehingga kondisi nyang demikian entuhh emang harus didobrak. Dan saiya juwega suwangat setuju sekali, jika paham “sendika dhawuh” dan predikat “konco wingking” nyang membabi-buta seperti nyang pernah terjadi di jaman duwelu, tidak disandang lagee oleh para perempuwan. Tapihh kesetujuwan saiya entuhh bisahh ajahh berubah menjadi sebaliknya, jika dalam penerapan dan pengetrapannya di lapangan terlalu kebablasan, khusunya bagi perempuwan-perempuwan nyang berada disekitar saiya.

Jahh, kembali ke pertanyaan-pertanyaan saiya diatas…,

Bolehkah saiya mengetahui, apakah sampiyan punya pertanyaan nyang sama seperti nyang saiya pertanyakan diatas?… mengapa?

Selamat merayakan Hari Kartini yakk!

***

Glossary Kata :
1. Sendika Dhawuh : Menuruti perintah
2. Konco Wingking : Teman hidup (istri)
3. Suwargo nunut, neraka katut : Ke syurga nebeng, ke neraka ngikut

*) gambar diambil dari sinnih

Satu Tanggapan

  1. gak ikut ah! lha kartini gak menutup aurat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: