Menjaga Image, Haruskah?

Itu semacam default bagi setiap makhluk Tuhan yang bernama manusia jika (masih) ingin dipandang sebagai ”manusia yang baik” oleh manusia lain disekelilingnya. Atau dapat dikatakan bahwa ”eksistensi kebaikan manusia” ini sangat ditentukan dari kemampuan manusia dalam menjaga image-nya. Jika kemudian manusia di kolong negeri ini lebih suka mengkonotasikan negatif arti menjaga image dengan memunculkan istilah ”ja-im” dalam kehidupannya, bisa jadi itu semua karena cara yang digunakan (untuk menjaga image-nya) terkadang sering membuat ”muntah” manusia disekelilingnya.

Misalnya saja….

Karena ingin terlihat baik, maka ada sebagian manusia yang berusaha membungkus kelakuan buruknya dengan pakaian ala pemuka agama yang terlihat putih bersih tanpa dosa. Kemudian… ada juga yang mencoba membaluri seluruh tubuhnya dengan tabir surya biyar tubuhnya nampak memantulkan cahaya berkilauan. Sementara itu tidak sedikit pula manusia yang dengan berbekal uang yang dipunyainya, jabatan yang didudukinya atau wajah rupawan yang dimilikinya, berusaha mengaburkan pandangan khalayak hingga tabiat bejat yang ada padanya menjadi tidak terlihat.

Hal ini syah-syah saja. Karena, seorang manusia yang berwatak iblis bin korup bin maniak pun sangat ingin menyembunyikan tabiat bejatnya itu supaya dapat dipanggil malaikat. Cuma sayangnya…, kebanyakan cara yang digunakan untuk menjaga image mereka agar di-stampel ”baik” adalah dengan jalan  menganggap manusia lain yang berada disekitarnya itu semuanya buta, tuli dan bodoh. Padahal tidaklah demikian adanya. Pada kenyataannya tidak sedikit dari manusia yang ada disekitarnya itu pada melihat, juga mendengar dan tidak sebodoh seperti yang mereka kira. Itulah yang mungkin membuat mereka muntah manakala dihadapan mereka disuguhi cara-cara menjaga image yang murahan, tidak bijaksana dan lebih menonjolkan kemunafikan.

Memang tidak mudah untuk menjaga image agar tetap terlihat baik sepanjang masa-sepanjang waktu, karena dalam hal ini dibutuhkan konsistansi yang teramat sangat. Maka tidak heran jika ada beberapa manusia yang tergelincir karena tidak bisa konsisten dalam menjaga image-nya.  Kalau boleh menyebut contoh dan tanpa bermaksud menghakimi, lihatlah kepada para pejabat publik dan para artis yang saat ini menjadi pesakitan di negeri ini.

Sebenarnya masih banyak contoh-contoh lain dari manusia-manusia yang image baiknya hancur berantakan karena ketidakkonsistenan dalam menjaganya. Mungkin salah satu diantaranya adalah diri kita sendiri. Hanya saja karena kita bukan siapa-siapa maka kehancuran image baik kita tidak tersebar kemana-mana. Tapi ingatlah, meskipun bukan siapa-siapa, tetap saja kita adalah orang terkenal bagi orang-orang disekeliling kita, yang mengenal kita.

Pada akhirnya, setiap manusia memang harus bisa menjaga image-nya. Karena, pada dasarnya…. semua manusia senantiasa ingin mendapatkan stampel “baik” dari sesama manusia yang mengenalnya. Namun seyogyanya, lakukanlah dengan cara-cara yang tidak membikin manusia disekitarnya menjadi ”mendadak muntah” begitu melihat cara-cara yang dipertunjukan.

Yahh… sesungguhnya saya sendiri juga tidak tahu, apakah cara yang saya lakukan untuk menjaga image baik saya telah membuat manusia disekitar saya ”mendadak muntah” atau tidak. Tapi asal tahu saja…, akhir-akhir ini setiap saya melihat tayangan di televisi kok mendadak saya mau muntah yakk..?? Lalu, bagaimana dengan anda? [*example please…*]

8 Tanggapan

  1. orang yang suka sok jaim, biasanya bakal terbongkar sendiri apa yang ditutupi…..

    • Nahh…. benarkan, konotasinya negatip. Padahal menurut saya jaim itu perlu lho. Tapihh iyak sehh, kalo sok jaim… sering bikin muntah juga nglihat-nya.

  2. O..O..O.. Seperti kata pecundang kalo JUJUR AJUR, kebanyakan kalo menugsa itu berlaku jujur biasanya kagak mujur, gitu loh..Jadi dunia memang panggung sandiwara spt lagu, maka kita perlu merenuu……u..n..g..Z..Z..z..z..z

  3. Sayah JAIM.
    Jarang Ikut Mandi..

  4. soal jaim tuh wajar namaya jga manusia pasti pernah melakukan kesalahan,,,”””
    yaa kan>>>>>

  5. Seorang kaka Menjaga imegs berlebihan, apakah it bgus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: