Lagi, tentang Sepakbola Indonesia

Lihat pertandingan Chelsea vs Barcelona kemarin? Benar, pertandingan yang digelar di Stamford Bridge beberapa waktu yang lalu memang sangat menegangkan. Dan hasilnya sudah jelas. Chelsea harus kembali menahan keinginannya untuk mengangkat tropi Liga Champions.

Sebagai sebuah tontonan, maka pertandingan itu bak drama kolosal yang sangat menakjubkan. Beda-beda tipislah dengan kejadian yang terjadi di tahun 1998, saat MU menumbangkan Bayern di laga final Liga Champions musim 1998/1999. Dua gol dari Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer di masa injury time ke gawang Oliver Kahn telah membuat pasukan Bayern Munchen menangis.

Disaat kemenangan sudah didepan mata, kemudian dalam sekejap lenyap dari genggaman tentu saja hal tersebut sangat menyakitkan. Di dalam kondisi tersebut, sangat bisa dipahami jika tindakan para pemain yang sedang dirundung kekecewaan itu menjadi tidak terkontrol. Sensitivitas-nya naik dan emosinya pun bisa meledak setiap saat. Tetapi hebatnya, para pemain di negeri sono yang berlabel professional… masih bisa mengontrol pikirannya sehingga jarang melakukan tindakan-tindakan yang teramat bodoh, seperti memukul dan mengeroyok wasit.

Kalau di Indonesia….

Coba lihat cuplikan video dibawah ini :

Lalu, bandingkan dengan yang dibawah ini…

Lihat!! Ditengah emosi yang meluap karena merasa tim-nya dicurangi tapi otak si-Ballack masih bisa berfungsi dengan normal. Dia memang marah, tapi tidak sedikitpun tangannya menyentuh sang pengadil di lapangan. Lhaa kalau di Indonesia…?? Kira-kira sang pengadil lapangan itu jadi apa yak…??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: