Lidah & Rekan Sejawatnya

Lidah itu memang ndak ada tulangnya.  Oleh karenanya… gerakanya sangat lentur dan mudah dimainkan. Bersama rekan sejawatnya, yaitu mulut dan pita suara yang berada di kerongkongan…, ketika ketinganya bersinergi – maka akan dihasilkanlah berbagai macam suara.  Namun meskipun begidu, tanpa printah dari si-pemiliknya maka si lidah tersebut ndak akan bisa bergerak. Artinya bahwa si-pemilik lidah-lah yang berkuasa penuh atas pergerakannya. Dalam menghasilkan suara, lidah mempunyai peranan yang sangat penting. Tanpa pergerakan lidah, maka suara yang dihasilkan jadi “ndak bernada”.

Dalam kehidupan, manusia adalah makhluk sosial yang ndak isah hidup sendiri tanpa batuan dari makhluk lainnya. Bahwa setiap manusia dalam hidupnya selalu menginginkan “ke-enakan sepanjang masa” dan kalo bisahh “ke-enakann yang tiada tara-nya” maka untuk mewujudkan keinginannya tersebut… mau ndak mau mereka harus mau menjaga hubungan baik dangan sesamanya maupun dengan makhluk lainnya. Nahh, disinilahh letak pentingnya lidah dan rekan sejawatnya yang bernama mulut dan pita suara itu.

Kesatuan dari ketiga organ nyang ada di diri manungsa entuhh emang dahsyat. Sampai-sampai para pujangga tanah Jawa menyatakan kalo “Ajining diri iku gumantung songko ing lathi”, yang artinya bahwa harga diri seorang manusia itu (salah satunya) ditentukan bagaimana mereka menggunakan lidah-nya.

Kedahsyatan lidah inipun seringkali disamakan dengan ketajaman sebuwah pedang, bahkan konon kabarnya bisahh lebih tajam dan efek tusukan yang ditimbulkan bisa lebih parah dan berdarah-darah daripada pedangnya “Highlander” sekalipun. Karna lidah juga… si Malin Kundang jadi batu, Roro Jonggrang yang semlohe pun bisahh berubah jadi arca, dan pada kasusnya Sangkuriang… pergerakan lidah yang dikombinasikan dengan sedikit tendangan plus amarah… prahu (kapal) yang segedhe gaban bisa nangkring terkelungkup menjadi gunung. Hmmm… unbelieveable!

Jahh…  meskipun diam itu adalah emas, tapihh ndak selalu dengan berdiam akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya…, masalah pun juga ndak akan kelar kalo hanya mengandalkan jeplakan yang merupakan hasil kerja lidah dan rekan sejawatnya itu. Lantas bagaimana seharusnya?? – Jahh…, menggunakan lidah secara lebih bijaksana, tepat guna dan tepat waktu adalah jawabannya.  Ketepatan dalam menggunakan lidah ini perlu dilakukan supaya kita bisa menikmati  wujud nyata dari “keindahan” roro jonggrang dalam wujud aslinya bukan hanya dalam bentuk arca-nya. Biyar ndak ada lagee prahu yang karam diatas gunung atau kutukan yang menyebabkan seorang anak manusia berubah jadihh batu. Karena emang diri kita sendiri-lah nyang berkuasa penuh atas pergerakan lidah dan rekan sejawatnya maka stop menggunakan lidahh secara sembarangan.

Syahhdan… tahab akher kampanye pilpres suwedah hampir selesai dan akan diakhiri dengan pencontrengan kerta suwara di bilik-bilik suwara nyang tersebar di seluruh negeri enihh pada 8 Juli besok.  Tapihh efek dari kerja lidah dan rekan sejawatnya selama enihh…, suwedah barang tentu ndak akan hilang begidu ajahh. Mungkin akan meninggalkeun bekas luka nyang menganga.  Tentu ajahh saiya nyang suwangat pro dengan kedamaian nyang “kebetulan” ndak bisahh ikutan “berpesta” pada acara tersebut cuman bisahh berharap agar jeplakan menyakitkan buwah hasil karya lidah dan rekan sejawatnya entuhh… efeknya ndak sampai membawa negeri enihh kembali ke zaman puba. Sapa-pun nyang akan jadihh pemenangnya.

Jahh sapahh-pun nyang akan jadihh pemenangnya!

Iklan

2 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum

    kudu sing ati2 jogo omongan, soale bakal di jaluk pertanggung jawaban..

    diam lebih baik daripada bicara tanpa faedah

    Salam

  2. jari, juga termasuk teman lidah kan sekarang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: