Apakah Kita Benar-Benar Manusia Indonesia?

Jangan sampai melupakan sejarah (Jas Merah), demikian Soekarno pada sebuah kesempatan pernah berkata.

merahputihSungguh, negeri ini dilahirkan dengan bergelimang alur cerita yang sangat ”mengesankan”.  Yang bahagia sampai bergelora, yang susah pun tidak jarang menyayat-nyayat. Semestinya manungsa yang hidup di negeri ini tidak perlu untuk diingatkan. Karena, sesuatu yang ”mengesankan” itu biasanya terpatri kuat dalam ingatan.  Tetapi begitulah yang namanya manungsa, ke-alpa-an yang menjalar bersama aliran darah ke kepala seringkali cepat menggurita sehingga mengurangi kinerja daya ingat.

Kemerdekaan adalah sebuah kebahagiaan yang menggelora. Bergeloranya kebahagiaan itu tercapai karena memang sebelumnya kesusahan yang menyayat-nyayat telah berhasil dibabat.

Melihat Sang Saka Merah Putih berkibar megah di angkasa raya bumi Indonesia tentu saja akan membikin dada manungsa-manungsa yang ada di Pegangsaan kala itu menjadi sesak, terdesak rasa bahagia bercampur haru menjadi satu. Meluap. Hingga air mata yang sempat mengering dirampas penjajah, kembali mengalir deras, keluar dari celah mata yang menatap tajam kibaran Sang Dwi Warna.  Bukan lagi kesusahan yang menyayat-nyayat tetapi bahagia bergelora yang sebenar-benarnya bergelora. Mengesankan.

Kesan itu tidak boleh pupus dari ingatan. Meski kita bukanlah salah satu manungsa yang berdiri di Pegangsaan kala itu, tapi kita adalah salah satu anak bangsa dari manungsa-manungsa yang berhasil mengibarkan Sang Dwi Warna di puncaknya.

Oleh karenanya, jagalah kebahagian manungsa-manungsa itu agar tetap bergelora sepanjang masa… meskipun meraka kini tidak lagi berdiri diatas bumi ini. Buatlah mereka selalu tersenyum di alam sana.

Kalau tidak bisa, cobalah kita ingat kembali kesusahan yang pernah menyayat-nyayat mereka selama lebih dari 3 abad. 300 tahun! Kalau tetap tidak bisa juga, cobalah ambil kaca dan lihatlah didalamnya….

Arghhh… jangan-jangan kita bukan manusia Indonesia?!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: