Urusan dengan Polisi…. Stop Press!

Apa yang telah sampiyan berikan kepada Negara sampiyan?

Saiya belum pernah sekalipun masuk penjara. Ditangkap Polisi karena melanggar lalu-lintas – seingat saiya juga belum pernah. Kalo di-confirm karena salah jalur akibat meleng sewaktu berkendaraan  – beberapa kali pernah-lah. Tapi itu sangat jarang sekali. 🙂

Nabrak orang ”baru” sekali – itupun bukan karena saiya yang salah. Si mbok-mbok yang naik sepeda itu muncul tiba-tiba dari batas trotoar – maka daripada saiya dihantam mobil yang berada disamping saiya – lebih baik – roda depan sepeda mbok-mbok itu saiya tabrak saja. Dengan perhitungan yang sangat matang.

Dan benar – si mbok-mbok itu ”cuman” patah tulang lengan saja – jauh dari mati. :mrgreen: Sementara  saiya terpelanting dengan helm pecah berantakan – tapi kepala saiya masih utuh dan isinya masih bisa saiya gunakan sampai sekarang.  Itu terjadi 10 tahun yang lalu.

SIM saiya keduanya masih hidup – dan secara periodik saiya perbarui jika sudah hampir habis masa berlakunya. Sepeda motor saiya – kedua spionnya saya pasang semua. Helm standar dan selalu saiya pastikan bunyi ”Klik” setiap memakainya.

Dalam benak saiya – ketika melihat lampu lalu-lintas menyala kuning – otak kecil saiya selalu memerintahkan untuk mengurangi kecepatan bukan malah sebaliknya. Kecepatan terukur – tidak memacu seenak udel saiya. Sopan. Tidak buru-buru seperti orang yang mau berak dicelana saja.

Kalau mau melewati kendaraan yang ada di depan saiya – saiya selalu lewat sebelah kanannya dengan terlebih dahulu menyalakan lampu sign. Demikian juga kalau mau berbelok ke kanan – ke kiri – maupun sewaktu akan berbalik arah.

“Fyuhhh… mungkin karena saiya sudah tua kali ya?” Arghh… tidak juga. Buktinya – saiya masih suka Metallica-nan dan ndak jadul-jadul amat dalam ber-apa saja. Tapi memang – dalam berkendaraan – saiya sangat konservatif.

Mematuhi peraturan ber-lalu-lintas di jalan adalah salah satu dari sekian  banyak something yang bisa kita berikan buat negara. Disini-lah (di jalan raya) – banyak nyawa melayang. Disini pula awal dari munculnya masalah sosial. Kesemrawutan dan kemacetan akibat gaya berkendraan yang ugal-ugalan bin ndak menghargai pengguna jalan lainnya bisa membangkitkan emosi ala setan – yang berujung pada kecelakaan sosial yang menyedihkan berikut turunannya.

Memang — jalan raya adalah (salah satu) sumbernya masalah sosial. Jadi – dewasalah dalam berkendaraan.

Stop Press!

200-post

Postingan ini adalah postingan saiya yang ke-200. Ndak nyangka babarblas saiya  kalau bisahh njeplak di blog sampai sejawuh ini. Terimakasih atas segala macam dukungan yang telah sampiyan berikan kepada blog saiya ini – lewat komen-komennya maupun berkenannya sampiyan mbaca jeplak-an saiya disini meski ndak ninggalin komen.  Mudah-mudahan blog saiya ini ada manfaatnya dan semoga bisa berlanjut.

”Doakan saiya yaaa…!”

:mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Beru

Iklan

4 Tanggapan

  1. happy day…u sekalian kenalan dulu ah…saya Agus Suhanto

  2. Wah nDAn postingan 200 njeplak bangets …
    Yaw weizzz.. tak do`a-in biar bisa posting teruzzz KomenDan.

  3. Lama gak mampir di blog anda ini bess….
    Pagi ini saya sempatkan untuk tengok disini, boleh kan…

    Kesan saya, blog ini terasa banget menjadi sangat “civilian” rather than ” semi militeristic”.
    Lagi … metamorfosis ta bess?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: