Dilema Derby Milano: AC Milan vs Inter Milan

Gimana mau ngomongin Derby Milano — kalau nonton squad duo Milan yang baru saja saiya belum pernah?

ac-vs-inter

Tahun ini kek-nya saiya tidak bisa bicara banyak tentang Liga Italia.  Maklum, sampai sekarang belum ada stasiun televisi yang mau nyiarin acara bal-balan itu secara gratisan. Untuk pasang saluran tv ber-bayar di rumah, saiya kira – ndak dahh. Ada yang lebih penting daripada sekedar memuaskan mata, menuntaskan hasrat kesukaan saiya terhadap sepakbola. Yaitu, membayar asuransi dan membeli obat untuk anak saiya.

Menarik ketika mendengar Mario Teguh — Sang Maestro Salam Super mengatakan, “Hentikan kampanye tentang pendidikan gratis itu!”  Saiya setuju.  Karena (kampanye) itu memang dusta. Pada kenyataannya – yang namanya pendidikan di negeri ini susah untuk digratiskan.  Meski SPP sudah tidak ada, tapi yang namanya uang gedung, uang bangku sampai uang ini-itu plus thethek-bengeknya senantiasa sambung-menyambung ndak putus-putus. “Hmm…  itulah Indonesia kawan!

Untuk sekarang, saiya masih mampu mbiayai pendidikan anak saiya yang masih duduk dibangku kelas 3 SD dengan gaji bulanan saiya. Dengan catatan – saiya harus menjauhkan keinginan untuk **punya mobil mewah lengkap dengan AC, Tape dan sopir pribadi. Terus — pengen punya rumah gedong lengkap dengan pelayan, perabotan luks plus kolam renang pun saiya lupakan. Apalagi sampai punya keinginan… pengen punya kapal pesiar lengkap dengan pulau pribadi atau pengen punya uang banyak yang depositonya bisa buat tujuh turunan – sudah tentu, keinginan semacam itu harus saiya buang jauh-jauh. :mrgreen:   3 tahun lagi? Ndak tau dahh. Agaknya saiya harus menyekolahkan Skep saiya ke BRI untuk mbiayai anak saiya sekolah plus nanggung biaya hidup. 😆

Ehh… belum temtu juga ding.  Asuuu….ransi. Jahh, untungnya saiya telah ngasuransikan pendidikan anak saiya sejak 3 tahun yang lalu. Lumayanlah. Saiya yakin… itu akan membantu saiya suatu saat nanti. Biarlah sekarang saiya gulung-koming mbayar cicilannya, tapi saiya tetap bersyukur karena saiya tidak termakan “pepesan kosong” ala politisi pendusta itu.

Kembali ke masalah sepakbola. Sayang juga sebenarnya tak bisa nglihat pertandingan derby itu secara langsung di layar kaca.  Padahal pertemuan kedua tim itu pastilah akan menyajikan pertandingan yang teramat seru.

Ndak tau saiya kenapa Televisi swasta yang bertaburan di negeri ini, ndak satu pun yang berminat ngambil hak siar liga Italia.  Apakah mereka pada ndak punya uang untuk membeli? Atau karena… bosen nglihat wajah persepakbolaan negeri ini yang tidak pernah menuaikan prestasi? Hmm… mungkin alasan yang kedua yang bisah diterima akal ini. Memang percuma menghadirkan pertandingan bagus-bagus kalau Tim Nasional negeri ini tidak bisa mengambil ilmu dan manfaat dari tontonan yang tersaji. Gombal!

Jahh… meski di pertandingan perdana kemarin Milan berhasil menggebuk Siena dan Inter Cuma bisa menahan seri Bari, namun itu tidak bisa dijadikan peganggan untuk menentukan hasil pertandingan. Saiya sihh njagoin AC Milan – kalau sampiyan?

***

Catatan :

**)  Diambil dari lirik lagu Cuma Khayalan by Oppie Andraesta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: