Berbelanjalah Dengan Bijaksana

Satu lagi selain mudik yang ndak pernah ketinggalan setiap lebaran tiba — pakaian baru! Padahal bertumpuk pakaian masih ada di almari. Yang di jemur pun masih layak pakai dan ndak kekecilan atau kegedean. Warnanya juga ndak pudar – masih jelas dipandang mata… kecuali bagi yang katarak-an tentunya. Tapi itu situasional kan..? Apa semua yang nglihat pakaian kita semuanya katarak-an…? eeeNdak. Lalu… kenapa setiap lebaran musti beli pakain baru??

#belanja1

Diobral! Maka masuklah sampiyan ke mall-mall atau gerai pakaian di toko manapun… meski ada yang masih dijual sesuai bandrol, tapi ndak sedikit juga yang diobral alias di-discount habis-habisan. Ndak tau saiya… para penjual itu ngambil untung darimana kalau barang dagangannya di-discount sampai 70 % sehingga para pembeli cukup membayar 30 % dari harga normal.

Apakah ini adalah semacam refund yang diberikan oleh suplier kepada custemer-nya karena selama ini para custemer tersebut telah memberikan keuntungan kepadanya? Mungkin saja demikian, tapi bisa jadi itu hanya sebuah trick penjualan saja. Masalahnya… ada yang pernah cerita ke saiya kalau sebelum di-discount, terlebih dahulu sudah dinaikan harganya sampai hampir dua kali lipatnya dari harga yang sebenarnya. Jadi berapa pun besaran discount-nya… tetap ajah ada keuntungan.

Ada juga yang mengatakan bahwa barang (pakaian) yang di-discount itu adalah stok lama yang dah lama pula ndak kejual. Daripada menuh-menuhi gudang kemudian habis dimakan jamur dan ngengat… lebih baik dijual murah aja. Dijual rugi-pun ndak jadi masalah-lah…, biyar masih ada modal yang balik. Cilakanya… stok lama yang dijual itu masih aja dibeli oleh para pembeli. Papan kecil bertuliskan discount yang dipasang ditumpukan pakaian itulah  yang menjadi penyebabnya. Kalau itu memang benar stok lama…, lantas apa bedanya dengan pakaian yang ada di almari dan yang masih dijemur di rumah?? Hmm… percayalah, akan selalu ada jawaban untuk menjawab pertanyaan yang baru saja saiya tanyakan tadi.

Aneh..?? – Ndak tau-lah. Walahualam Bishawab…

Kebanyakan memang demikianlah kalau lebaran. Semuanya yang tertempel di badan (harus) serba baru. Padahal yang lama pun — asal bersih dan masih enak dipakai…. saiya kira ndak jadi masalah. Bahkan (menurut saiya juga)… yang warnanya dah pudar, bulukan dan bolong-bolong sekali pun ndak jadi soal – yang penting sampiyan PeDe ngepakainya. Yaa ndak..??:mrgreen:

#belanja2

Jahh… lebaran memang harus dirayakan. Adapun macam dan bentuk perayaannya… terserah masing-masing yang menjalankannya. Demikian pula… dalam rangka menyambutnya. Belanja pakaian baru adalah salah satu contohnya saja. Dan ini syah-syah saja dilakukan kalau memang ada uangnya dan tidak dipaksakan.  Kalau ndak ada uang terus memaksakan diri… itu namanya tidak bijaksana.

rhoma_iramaBiyar sampiyan ndak salah langkah dalam berbelanja…, ada baiknya sampiyan memperhatikan apa yang pernah dikatakan oleh Bang Haji. Masih ingat kann..?? Kalau sudah lupa, akan saiya ingatkan. Begini…

*) Belanja jangan belanja…
Kalau tiada artinya…
Belanja boleh saja.. aaa…aaa…
Kalau ada perlunya…

Bila terlalu banyak belanja
Muka pucat karena uang melayang
Bila sering kena laper mata
Segala rejeki akan mudah hilang

Darilah itu sayangi harta
Jangan belanja setiyap saat
.

Selamat berbelanja kawan… semoga sampiyan ndak kehabisan uwang di tengah mall…

****

*) Digubah secara semana-mena dari lagu ”Begadang”-nya  Rhoma Irama.

2 Tanggapan

  1. emang udah harus qta berbelanja dengan bijaksana, ga borod dan membeli yang benar2 di butuhkan

  2. belanja buat orang yg butuhin sazaaa… insya Allah buat sodaqoh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: