Diskusi Dengan Baginda tentang Dunia Maya

Bukan saiya ndak mau nanggapi dengan serius. Tidak. Bukan itu yang saiya maksud. Dunia maya bagi saiya adalah tempat untuk ber-ekspresi. Mengungkapkan apa yang ingin saiya sampaikan — menyampaikan apa yang ingin saiya ungkapkan. Meski ada di benak, tapi jika itu ndak ingin saiya ungkapkan/sampaikan… maka cukup saiya sendiri aja yang teu. Baginda ndak usah (teu).

Lhoh kok gituu.??

Percuma Baginda menduga-duga apa yang ada dibenak saiya, karena belum tentu itu ada hubungannya dengan baginda. Bertanya untuk minta penjelasan itu mungkin yang paling bijaksana – tapi sudahlah… meski Baginda bertanya, bertanya dan terus bertanya… belum tentu juga pertanyaan-pertanyaan Baginda itu akan saiya jawab. Sekali lagi… saiya hanya akan sampaikan apa yang ingin saya ungkapkan dan hanya ingin ungkapkan apa yang ingin saiya sampaikan.

Kenapa harus demikian..??

Duniya maya adalah maya Baginda. Bisa jadi remang-remang atau mungkin malah ndak jelas. Kalaupun terlihat jelas dan gamblang…. belum tentu itu benar adanya. Saiya sendiri ndak akan mempercayainya 100%. Meskipun sedikit… selalu saja saiya sediakan ruang untuk melakukan klarifikasi dan pengecekan. Karena apa yang saiya dapatkan di dunia maya adalah data awal bukan data akhir apalagi perintah operasi.

Lantas bagaimana..??

Di dunia maya banyak jebakan. Disana juga terdapat berjuta kebohongan yang sangat halus. Bahkan sangat halus sekali. Karena kehalusannya itu, yang terpampang jadi bisa terlihat benar. Padahal tidak. So… menjadikan sesuatu yang didapat dari duniya maya, kemudian menggunakan sebagai acuan utama dalam bersikap atau menyikapi keadaan – tanpa dipikir dan diklarifikasi kebenarannya – adalah sangat naif. Sebaiknya dipikir telebih dahulu bila Baginda ingin berbuat demikan.

Bisakah diperjelas…?

Misalnya saja apa yang terjadi di jejaring sosial semacam Fb, Fs dan lain sebagainya itu.

Apakah orang yang bahasanya halus, berbau surga dan seolah-olah disekitarnya dikelilingi beribu-ribu malaekat untuk menjaga kelakuannya dari api neraka lewat lantunan status atau komentar yang halus mendayu-dayu nampak melintas di atas rel yg lurus… apakah bisa dipastikan demikian pula dalam kehidupannya di dunia nyata?

Atau orang yang sukanya semau gue – easy going dalam menuliskan susunan kata/kalimat di kolom statusnya atau menjawab komentar/mengomentari tentang sesuatu… dalam kehidupannya di dunia nyata – apakah mereka ndak pernah punya rencana-rencana?

Demikian pula dengan orang yang selalu melemparkan joke, makian, keluhan, membanggakan diri bin narzis, atau bersifat/sikap keaneh-anehan… bisa-kah dipastikan bahwa begidu juga mereka dalam bersikap di dunia nyata..??

Oo-oo….ndak lantas demikian Baginda. Di dunia maya ini banyak yang pake topeng. Apa yang ditampakan tidak selalu demikian adanya. Kamuflase lebih sering terjadi daripada menunjukan penampakan yang sebenar-benarnya. Jadi, apa yang ditulis atau kesan yang disampaikan di box status atau box komentar bisa jadi cuman kamuflase saja — yang sebenarnya bisa jadi adalah kebalikannya atau….. ndak teu-lah.

Melihat kenyataan itu… apakah baginda akan tetap kekeuh-jumeukeuh mempercayai 100% pada penampakan di duniya maya? Sebaiknya baginda koreksi lagi pendapat baginda tersebut atau paling tidak… jangan tergesa-gesa mempercayai begidu aja.

Lalu apakah kamu pake topeng juga di dunia maya yang penuh nuansa ini??

Yup! Jelas Baginda… meski sebenarnya topeng itu lebih sering saiya buka daripada saiya pake. Saat kapan saiya pake dan pada waktu kapan saiya buka….itu rahasia. Baginda silakan mengira-ira sendiri. Dan kalau pun itu saiya pake… saiya berusaha untuk tidak menggunakan untuk membohongi Baginda.

Argh… masak sehh..??

Jahh…, setidaknya saiya tidak berbohong kepada baginda bahwa saiya ini masih bujangan atau kerjanya di salon kecantikan. Saiya seorang serdadu dan itu yang saiya katakan di akun (blog) ini. Saiya seorang Bapak… maka saiya pun kabarkan tentang anak dan istri saiya.

Tapi kok cuman sedikit?

Ahaa…, bukankah Baginda juga ndak ingin buka-bukaan dalam menuturkan tentang diri Baginda? So do I… Baginda.

Apakah itu berarti ada yang salah..??

Sebentar Baginda… disini tidak ada yang salah atau benar. Ini bukan ujian. Ini hanya soal bersikap dan menyikapi. Jadi urusannya dengan nyaman atau ndak nyaman. Kalau Baginda suka bersikap demikan… silakan, tapi kalau Baginda mau bersikap begidu… juga up to you. Ndak masalah.

Anehh…, kok bisa begidu yakk??

Begidulah Baginda…. dunia maya. Kalau ndak hati-hati Baginda akan terjerumus, tapi kalau terlalu hati-hati sekali… Baginda malah akan seperti katak dalam tempurung.

lhahh… kamu kok berani-beraninya ngatain Baginda-mu seperti katak??

Tidak.  Baginda adalah tempurungnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: