Gempa

Gempa mengguncang. Banyak bangunan runtuh, puluhan nyawa melayang. Isak tangis, duka nestapa mengema melingkupi negeri ini. Dan Indonesia pun kembali berkabung.

#gempa

Sore kemaren, tepatnya pada pukul 17.16 WIB, gempa berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang wilayah Sumatera Barat.  Gempa itu berpusat di 57 km Barat Daya Pariaman di kedalaman 71 km dan getarannya terasa sampai di Gunung Sitoli, Mukomuko, Sibolga, Liwa, Padang, Jakarta, Singapura hingga Malaysia (BMG – Gempa Bumi Tektonik…)

Gambaran kerusakan (yang ditayangkan di media cetak maupun elektronik) akibat gempa tersebut memang sangat memilukan. Ratusan bagunan runtuh, sementara manusia yang terhimpi dan tertimpa reruntuhannya juga tidak kalah banyaknya.

Mengapa ini (gempa) sering terjadi? Banyak teori yang mencoba menjelaskan, berbagai macam prediksi pun sering dilontarkan untuk memberikan jawaban atas pertanyaan mendasar tersebut. Namun semua teori dan perdiksi tersebut akhirnya tidak akan mampu menjawab dan memberikan penjelasan apa-apa, ketika berlanjut ke pertanyaan. ”Kapan gempa itu tepatnya akan datang?

Kapan… adalah rahasia Tuhan. Meniadakan juga bukan wewenang manusia. Tuhan-lah yang memegang hak prerogatifnya. Yang menjadi urusan manusia adalah mencegah akibat yang ditimbulkan. Pertanyaannya berikutnya, ”Sudahkah kita melakukannya?” Saiya yakin jawabannya adalah sudah. Tapi mengapa masih banyak jatuh korban? Jahh…., agaknya kita harus mengakui bahwa usaha yang dilakukan untuk memperkecil jatuhnya korban belumlah maksimal (dilakukan).

Menurut seorang pakar gempa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dilansir di Kompas.com mengatakan, bahwa gempa 7,6 SR yang berpusat di barat Padang, Rabu (30/9), dinilai bukan gempa utama dalam siklus 200 tahunan yang selama ini diwaspadai di zona utama, yakni segmen Mentawai. Ini patut (harus) diwaspadai. Karena sejarah pernah mencatat, gempa yang berpusat di sana (segmen Mentawai) pernah terjadi tahun 1650 dan 1833 dan menimbulkan tsunami yang diperkirakan sampai setinggi 10 meter di Padang. Menurutnya, saat ini segmen Mentawai sudah memasuki siklus 200 tahunan tersebut. Meski demikian, sampai saat ini belum ada teknologi dan belum ada seorang pun yang bisa memastikan kapan pastinya gempa tersebut terjadi (Kompas – Waspadai Gempa Mentawai….)

Nah! Maka, mulailah dengan ndak asal-asalan ketika akan pembangun tumah/gedung. Pastikan bahwa bangunan itu tahan gempa. Demikian pula, marilah kita menjaga hutan kita. Jangan ditebangi pohonnya secara sembarangan dan bebaskan dari pembalak liar. Karena, selain tertimpa/terhimpit reruntuhan bangunan… tertimbun tanah longsor adalah penyebab utama dari banyaknya korban jiwa ketika gempa melanda. Maka saiya sangat setuju/mendukung apabila para pembalak liar – para pencuri kayu di hutan-hutan itu dihukum mati saja. Pun demikian dengan para penadahnya.

Bagunan tahan gempa dan hutan yang terjaga kehijauannya adalah pertahanan kita.bila terjadi gempa. Tidak ada cara lain lagi selain itu, bila kita mau mengurangi jumlah korban dan besarnya kerugian. Karena, gempa akan datang – datang… dan datang lagi tanpa kita ketahui kapan tepatnya gempa itu akan menggoyang bumi kita.

***

Nb.

* Saiya turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa yang terjadi di Sumatra. Mudahan-mudahan semuanya diberi ketabahan, keikhlasan dan senantiasa dalam lindungan-Nya, seraya mendoakan semoga para korban tewas pada kejadian tersebut… arwahnya diterima dan mendapat tempat yang paling mulia disisi-Nya.

* Kalau pengin tahu lebih banyak soal gempa, silakan klik tautan berikut: Pengetahuan tentang gempa.

* Gambar diunduh dari : sini

Iklan

5 Tanggapan

  1. susah berkata2 …..

    silahkan ke blog saya ttg “2009 3009 ANGKA Gempa PADANG PARIAMAN. 2009 1010 ANGKA Gempa Tsunami ACEH?” dan “2009 0110 Pagi ini Gempa Bengkulu dan Jambi Menyusul Gempa Padang” dan “Selama 17 jam, 3x Gempa PADANG Sumatra Barat”

    atau http://richmountain.wordpress.com

    salam 😆

  2. tamplin nama korban

  3. pertanyaannya mana pak

  4. hgkrfhgfhdkughsghdsighdishgdihgiodngoigndlgndiokgnodighndgndkgbidngjkdnglkds

  5. rtrytjytgyjgtgjyhjhgjhjkh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: