Perkenankanlah Saya Buka-Bukaan

Baju itu hanya untaian kain yang dirangkai berdasarkan pola tertentu. Macam dan bentuknya itu bukanlah hal yang terpenting. Yang paling penting adalah tujuan/fungsinya. Yaitu — menutupi badan, melindungi dari hawa dingin dan sengatan matahari plus gigitan serangga. Soal keindahan yang kemudian bisa merubah penampilan hingga terlihat necis semlohe bin aduhai… itu hanya sekedar efek saja. Itu bukan alasan utama mengapa manungsa memakai baju (berbaju).

Cilakanya…, efek yang sebenarnya cuman sekedar “hasil ikutan dari ritual berbaju” itu… justru kini telah berubah menjadi tujuan/fungsi utama. Bolang-bolong disana-sini bukanlah suatu masalah. Full press body dan panjangnya yang sangat minim bila dikenakan pun juga ndak jadi soal lagi. Toh gigitan serangga bisa dilawan dengan olesan lotion anti serangga. Sengatan panas matahari bisa juga ditangkal dengan baluran tabir surya. Sementara fungsinya sebagai penutup badan (aurat)…. seiring dengan perjalanan waktu, sudah menjadi hal yang tidak begidu diperhatikan lagi. Sekarang ini banyak yang berpendapat kalau bagian-bagian tubuh itu adalah etalase diri, yang (tentunya) sangatlah sayang kalau ndak ditonjolkan.

Lalu bagaimana mengatasi hawa dingin? Hmmm… agaknya pengaruh global warming yang kian hari semakin meluas telah membuat suhu bumi ini menjadi lebih panas. Dan lagi…, cahaya lampu ribuan watt yang memancar di waktu malam, juga turut berperan dalam menyingkirkan hawa dingin itu.

Begidulah kira-kira ilustrasinya. Fungsi/tujuan dari berbaju (melindungi tubuh dari hawa dingin dan sengatan sinar matahari plus gigitan serangga) telah terpinggirkan. Akhirnya, model baju dengan segala pernak-pernik asesoris beraneka bentuk dan bermacam warna pun menjadi pilihan utama. Bahkan, semakin lama atribut-atribut yang menempel pada untaian kain berpola yang melekat di badan itupun semakin banyak dan lebih beragam variasinya.

Mengutamakan ”efek yang ditimbulkan” daripada fungsi/tujuan dalam berbaju bukanlah sebuah kesalahan. Tapi bila ndak pandai dalam memadu-padankan… akan menjadi terlihat aneh dan menjadi kesalahan yang memalukan. Kemudian… jika yang mengenakan baju itu bersikap masa bodoh dan ndak peduli dengan keadaan sekitarnya maka, keanehan dan kesalahan yang memalukan itu akan berubah menjadi sesuatu yang memuakan. Bahkan akan sangat memuakkan bagi sapapun yang melihatnya.

Empan papan… demikianlah orang jawa sering bilang. Artinya, dimanapun berada haruslah bisa menyesuaikan diri. Dalam berbaju pun seyogyanya juga demikian. Dan itulah yang (berusaha) saiya lakukan.

Saiya ndak akan mengganti ”baju biru” saiya. Karena saiya masih suka dan membutuhkannya. Disamping itu…”baju biru” itu saiya dapatkan tidak dengan cara cuma-cuma, tapi melalui banyak perjuangan dan pengorbanan. Lagian… berkat ”baju biru” itu pula saiya dapat menghidupi saiya dan keluarga saiya. Akan sangat bodoh sekali bila ”baju biru” itu saiya tanggalkan begidu saja. Tidak! Tidak akan pernah hal itu saiya lakukan. Baju biru ini akan terus saiya kenakan sampai hari pensiun tiba.

Kalaupun ada yang berpendapat bahwa saiya (sekarang ini) terlihat beda (baca:aneh)… saiya kira itu terserah pada orang yang melihatnya. Adalah hak sampiyan semua untuk berbuat (melihat) demikian terhadap diri saiya.

Namun sesungguhnya… saiya tetaplah inshan ”berbaju biru” yang sangat loyal. Hanya saja memang, ”baju biru” yang saiya kenakan saat ini sudah dipenuhi banyak atribut dan berbagai macam asesoris. Ndak hanya yang berbau militer. Salah satu dari sekian banyak atribut dan asesoris ”non bau militer” yang tertempel di baju biru saiya adalah ”lencana blogger”. Dan asal tau ajahh…. saiya suka memakainya. Setidaknya sampai sekarang.

Saiya yakin, ”lencana blogger” yang tersemat di dada kanan saiya ini bukanlah merupakan sebuah kesalahan. Kerena itu equal dan ndak ada bedanya dengan lecana semacam ”golfer, off-roader, biker, facebooker, game-er…” dan er – er lainnya yang banyak dikenakan oleh manusia ”berbaju biru” seperti saiya.

Tapi kalau disebut aneh…, itu mungkin saja. Tapi menurut saiya kok ndak juga. Itu hanya sebuah kebetualan saja. Kalau sampiyan suka ”bertanding” golf, berkedaraan menjelajahi jalanan, nyepeda berkeliling-keliling, bercengkrama bin berstatus di jejaring facebook atau bermain game… maka kalau saiya suka nggombal di blogosphere. Sama dan ndak ada bedanya. Equal. Itu saja.

bloggerJahh… saiya cuman bisa berharap, semoga keanehan ini (..kalaupun itu disebut sebagai sesuatu yang aneh) tidak akan berubah menjadi sesuatu yang memuakan. Saiya akan tetap berbaju biru dan saiya akan berusaha menjaganya sampai kapan pun. Namun kalau pada suatu kesempatan ada yang bertanya, ” are you blogger?” – maka dengan mantab saiya pun akan menjawab…., ”Yes, I am”.

***

* Gambar diunduh darisini

Iklan

2 Tanggapan

  1. Ekspresi bisa dilakukan siapa saja, banyak cara. Justifikasi terhadap suatu bentuk ekspresi tidak bisa ditimpakan pada orang lain begitu saja hanya karena ekspresi tersebut bukan ekspresi kita. Ekspresi itu merdeka dan ndak bisa dipaksakan harus satu bentuk dari dan ke orang lain.

    Kalo robot, wajar saja kalo tidak punya kemerdekaan berekspresi.

    Dan kalo ada yang menilai ekspresi kita yang beda itu dengan kata “aneh”, maka penilai itu telah membudayakan dirinya menilai orang lain sebagai robot.

  2. Banyak tokoh/anggota militer yang suka ( … dianjurkan … ) tidak nge-blog dengan bahasa bebas, egaliter, riang – gembira seperti di blog ini.
    Apalagi …. jika tokoh tersebut lulusan dari akademi (Akmil/AAL/AAU). Protap mereka selalu terbawa yang mengerucut ke militansi tentara, kejuangan, loyalitas, lsp.

    Anyway … selamat sampeyan sudah sukses lepas dari paradigma tersebut. Terus terang saya nge-fans dengan tulisan gaya misan ini … militer tapi santai ….
    Believe it or not dari dulu saya sudah mengikuti blog serdadulangit …. embrio dari blog ini tentunya. Berbicara bebas, lepas adalah suatu kebahagiaan tersendiri …. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: