UGM Mandiri Jazz 2009…Tinggal Kenangan

JavaJazz hidup lagi!  Setelah 10 tahun lebih ndak jelas juntrungannya, akhirnya mereka (telah) berkiprah kembali. Ndak hanya sekedar numpang lewat saja, tapi kehadirannya kali ini akan dibarengi dengan peluncuran album terbarunya yang bertitle Joy, Joy, Joy”. Tentu saja ini akan membawa angin segar bagi para penikmat musik jazz di tanah air, ndak terkecuali saiya. Meski ndak maniak banget dengan jenis musik ini, tapi pada suatu masa saiya pernah menggilainya.  Jah… begidulah saiya, ndak bisah hidup tanpa musik (*haiyaaahhhh!*)

Adalah Indra Lesmana, Embong Rahardjo (Alm), Mates, Gilang Ramadhan, dan Donny Suhendra. Mereka berlima inilah formasi awal JavaJazz yang sempat berkibar di tahun 90-an dengan 2 albumnya yang bertitle Bulan di Asia (1994) dan Sabda Prana (1998). Kini di formasi terbarunya, Dewa Budjana masuk menggantikan posisi Embong Rahardjo (Alm).  Semoga ini akan berlanjut terus dan bisa lebih produktif menghasilkan album dari pada sebelumnya.

Dan 15 Desember 2009, di Graha Saba UGM – JavaJazz akan menyapa para penikmat musik jazz lewat pergelaran yang bertajuk UGM Mandiri Jazz 2009. Mereka ndak main sendiri, ada Ello, Syaharani dan Bertha yang akan mendampinginya. Dan kalau di UGM BNI Jazz 2009 penempilan Ireng Maulana dan Balawan dipandu oleh si Butet Kertaradjasa dan Olga Lydia, kali ini pasangan Farhan dan Sarah Secan yang akan bertindak sebagai MC-nya. Dalam bayangan saiya… pastilah tontonan ini akan menakjubkan, segar dan sangat menghibur.

Namun sayang-beribu sayang sodara…, kali ini saiya memang lagi ndak beruntung.  Keinginan untuk melihat pertunjukan para Pendekar Jazz negeri ini yang tergabung dalam Java Jazz itu hampir pasti ndak akan kesampaian.  Padahal 3 buah tiket kelas ”VIP B” sudah kebeli, namun apa hendak dikata – mendadak-sontak ada panggilan tugas yang mengharuskan saiya berada di Ibu Kota pada keesokan harinya.  Jadi ndak mungkinlah saiya paksakan untuk nonton pergelaran itu.

Penerbangan terakhir dari Jogja ke Jancukarta — pukul 19.30 WIB, berbarengan dengan waktu dimulainya konser tersebut. Memang masih ada kereta Gajayana yang akan merapat ke Stasiun Tugu sekitar pukul 23.30 WIB, cuman masalahnya… sampai di Jatinegara-nya sekitar pukul 07.30 WIB. Padahal… jam segitu juga acara yang di Jancukarta itu dimulai. Repot kan..?? Jahh… kalau saja begidu saiya selesai nonton pertunjukan ada yang mengatakan seperti ini… maka dengan mantap akan saiya katakan, ” Saiya ingin sampai di Jancukarta sekarang juga!” – ndak akan saiya katakan ”Jangkrik!:mrgreen:

Lhahh…., lalu tiketnya gimana? Seperti yang saiya tuliskan di status facebook saiya, maka disini saiya akan mengulanginya. ”Maukah sampiyan membeli (3 buah) tiket yang sudah saiya beli itu?

6 Tanggapan

  1. Teman saya kemaren nyari-nyari lho pak. Katanya udah susah nyari-nya….. Penikmat Jazz juga tah?🙂

  2. Trus hubungi panjenengan gimana? Ini temen saya mau beli….🙂

  3. Wah seleranya mantap pisan deh..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: