Phil Collins

Yup! Saiya sangat menyukai penyanyi yang satu ini. Bukan karena dia adalah frontman-nya grup idola saiya, Genesis – tapi memang lagu-lagunya sering membuat saiya terpesona. Hampir semua lagunya saiya hafal nadanya, tapi kalo liriknya ndak semuanya. Masalahnya… kebanyakan pake bahasa Inggris. :mrgreen:

Tinggal inilah yang tersisa. Dulunya saiya punya lengkap. Sewaktu smp poster-posternya menghiasi kamar saiya. Sayang ndak ada photonya. Tapi kalau sampiyan ndak percaya… silakan tanya sama temen-temen saiya. Kalau sampiyan ndak kenal dengan temen-temen saiya tersebut… saiya sarankan sampiyan percaya saja dengan cerita saiya ini. :mrgreen:

Silakan sampiyan klik ini atau yang ini bila ingin mengetahui lebih dalam tentang siapa itu Phil Collins. Kalau pengin menghapal lagu-lagunya, silakan klik yang ini… dasitu semua tersedia lirik lagunya. Jika sampiyan ndak percaya kalau lagu-lagunya Phil Collins itu bagus-bagus… silakan searching saja di youtube. Nih link-nya: Phil Collins.

Phil Collins memang ndak bisa dipisahkan dari grup band yang membesarkannya, yaitu Genesis. Dulunya waktu direkut Peter Gabriel dkk. dia adalah penggebuk drum. Cuman karena typical lagu-lagunya Genesis sering menggunakan backing vocal, maka Phil Collins pun ikut dilibatkan dalam pengisian suara latar. Dan ternyata suaranya merdu juga. Phil Collins untuk pertama kalinya menyanyikan lagunya secara utuh di Genesis adalah saat membawakan lagu More Fool Me di album Seilling England by The Pound (1974). Sampai pada akhirnya dalam perjalanan grup Genesis selanjutnya… dia berhasil menggeser Peter Gabriel sebagai vocalist utama grup band tersebut.

Selepas Peter Gabriel dari Genesis, Phil Collins-lah yang berperan besar dalam memberi ”warna beda” dalam album-albumnya Genesis. Silakan sampiyan bandingkan lagu-lagunya Genesis semasa Peter Gabriel dengan eranya Phil Collins. Coba sampiyan lihat yang ini (Genesis era Peter Gabriel) dengan yang ini (Genesis era Phil Collins).

Dalam menapaki solo kariernya, aliran muisiknya Phil Collins sangat jauh berbeda dengan Genesis. Kalau di Genesis dia mengusung genre rock progresive, tapi di luar Genesis… dia lebih sering mengusung jenis musik Brass Band. Dengan konsep big band yang ia bawakan maka  terlihat jelas perbedaannya.

Silakan sampiyan simak 2 video yang berjudul sama, Behind The Lines di bawah ini. Yang pertama dibawakan bersama grupnya Genesis, sedangkan yang kedua ia bawakan bersama grup brass band-nya.

**Versi Genesis**

**Versi Phil Collins**

Bagaimana sodara-sodara… sampiyan suka yang mana? Kalau saiya… suka keduanya

Iklan

7 Tanggapan

  1. lagunya emang keren mas
    memang pantas banyak lagu phil collins dijadikan sountrack film…

  2. pertamax ya mas..
    matur nuwun

  3. silahkan menikmati …but seriously album di http://cokyfauzialfi.wordpress.com/but-seriously/
    salam kenal, saya juga penggemar phil collins

  4. koleksi banyak banget om serdadu….
    saya tetep lebih suka holding on my heart…

    • Jahh… begidulah, tapi dah banyak yg ilang 😦

      **btw, setau saiya… judunya “hold on my heart” deh.. dan itu lagunya Genesis. Apakah lyriknya yg demikian : Hold on my heart… Just hold on to that feeling… We both know we’ve been before… We both know what can happen….dst.**

  5. Home By The Sea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: