Ironis

Ndak teu saiya, mengapa setiap melihat simbol-simbol Negara dilecehkan – mendadak sontak saiya bisa ndongkol alang-kepalang. Lhaa coba sampiyan bayangkan, untuk mendapatkan dan menciptakannya saja ndak-lah mudah, bahkan bergalon-galon darah sampai ditumpahkan – ribuan nyawa pun ikut dikorbankan…. lhaa kok ini yang ndak pernah ikut berjuang bisa seenaknya melecehkan. Jall… coba sampiyan pikir, apa ndak gebleg itu namanya?

Ceritanya begini. Kemaren siang saiya dengan bini keluar nyari perlengkapan ektra kurikuler untuk anak saiya. Di tengah perjalanan – sampai di perempatan lampu merah dekat Toko Gramedia (Kota Baru – Yogya), saiya nglihat Bendera Merah Putih yang sudah pudar warna merahnya tetap dikibarkan.  Ndak hanya itu saja… bahkan diujung bendera (warna putih) sudah sobek dan benangnya nyangkut di tiangnya sehingga ndak isah berkibar dengan sempurna kala ditiup angin. Dan cilakanya…. Bendera itu (tiangnya) tertantcap di depan kantor sebuah partai politik – yang nota bene saat kampanye dulu, mereka bisa beli baliho segedhe gaban dan bendera (partai) sebesar sprei tempat tidur ukuran besar.  Ironis yakk…

Saiya ndak ngecap, coba sampiyan lihat skrinyut di bawah ini.

Kalau sampiyan masih ndak percaya… silakan datang ke TKP. Kalau pas sampai di TKP sampiyan ndak isah nglihat atau sudah berubah menjadi Bendara Merah Putih yang sebenarnya…. syukurlah. Tapi kalau masih tetap sama seperti yang saiya lihat kemaren siang (31 Juli 2010), itu berarti mereka memang ndak peduli dengan yang namanya  symbol negara. Atau jangan-jangan mereka memang ndak teu kalau Bendera Merah Putih itu termasuk Symbol Negara yakk..??

Terus terang saiya malu. Di jalan itu banyak turis yang berlalu-lalang jee… coba sampiyan bayangkan sekali lagi, seandainya mereka pulang ke negaranya dan kemudian ditanya sama anak-anak tetangganya tentang warna Bendera Indonesia. Gimana kalau mereka sampai mengatakan bahwa warna Bendera Indonesia itu bukan Merah-Putih tapi Jambon Abu-abu… apa ndak cilaka duabelas setengah itu namanya?

Jahh — Besok atau lusa… kalau saiya lewat jalan itu lagi dan masih nglihat Bendera Merah-Putih yang sudah pudar warnanya itu masih dikibarkan, akan saiya minta untuk diturunkan. Bikin malu ajahh! Sebenarnya… kemaren itu saiya mau berhenti dan ngasih teu, tapi berhubung saat itu ndak memungkinkan… maka untuk sementara saiya beritahukan dulu  kepada sampiyan semua lewat blog ini.

Gimana.., apakah sampiyan yang kebetulan nglihat bendera lusuh itu berkenan untuk ngasih teu kepada yang punya? Atau setidaknya bisakah sampiyan ngasih teu Bapak Polisi yang kantornya ndak begidu jauh dari tempat tersebut ? Atau Bapak Tentara yang tempat dinasnya berada di depan bendara yang dikibarkan itu..?? – Eehhh… tapi ngomong-ngomong, sampiyan juga Warga Negara Indonesia kan…??

Lalu… menurut sampiyan enaknya gimana..??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: