Tegar dan Sok Bijak

laki-lakiSaiya ndak teu, apakah yang saiya tulis kali ini ada manfaatnya buat sampiyan atau endak….- namun, kalau dilihat dari susunan kalimatnya, kayaknya cukup lumajanlah untuk sekedar me-refresh-kan sejenak hati dan benak.  Sebenarnya ini adalah “kumpulan status” yang saiya pajang di wall facebook saiya dalam kurun waktu tertentu di beberapa bulan yang lalu. Saiya mencoba mengingat kembali suasana kebatinan saiya pada saat menuliskan status-status itu…, ternyata ndak ada satupun yang saiya ingat :mrgreen:   Tapi kalau sampiyan berkenan meluangkan sedikit waktu untuk agak serius dalam membacanya, maka sampiyan akan bisa menangkap apa yang saiya maksudkan. Jahh…minimal bisa menduga-dugalah😆

Anyway…, ini cuman permainan logika dari dari beberapa kata bijak yang sering dikutip dalam sebuah percakapan atau serangkaian aksi penyemangat yang diperdendangkan oleh seseorang yang kondisi kadar kebijakannya kebetulan lebih baik terhadap yang lainnya pada suatu masa. Saiya katakan pada suatu masa, karena saiya meyakini bahwa setiap orang tentunya pernah mengalami “gangguan mental” akibat permasalahan yang melanda atau kesusahan yang mendera. Bahkan seseorang seperti Andri Wongso, Tung Desem Waringin, Gede Prama atau orang sekaliber Mario Bros Teguh pun dalam episode kehidupannya pada beberapa bagian pernah hati dan pikirannya kalut kalau ndak percaya silakan tanya ajahh sendiri pada mereka. Dan pada umumnya,  jika seseorang ndak isah memotivasi dirinya sediri ketika terjerembab di padang duka, seseorang akan mencoba mencari kata-kata bijak untuk meningkatkan kadar semangatnya supaya terhindar dari upaya mengakhiri hidupnya sendiri tanpa bantuan orang lain a.k.a bunuh diri.

Dan inilah beberapa keisengan saiya dalam  me-logika-kan kata-kata bijak yang di wall  facebook saiya pada saat itu saiya kasih judul “Sederhana”. Beginilah….

Ketika sampiyan percaya bahwa Tuhan itu Mahaadil, maka apa yang sampiyan alami sekarang ini adalah buah dari apa yang sampiyan lakukan di masa2 sebelumnya. Kalaupun sekarang sampiyan belum mendapatkan buahnya, sampiyan harus ingat bahwa Tuhan itu ndakkan pernah lupa – di masa mendatang buah itu akan sampiyan dapatkan juga.

Kalau senyum itu ibadah dan sampiyan merasa bahwa ibadah itu adalah kebutuhan hidup sampiyan, maka ketika sampiyan ndak isahh senyum dan malas mbikin sesamanya tersenyum – itu tandanya ada something yg salah pada diri sampiyan.

Sesuatu yang harusnya dibagi maka sudah seharusnya dibagi, ketika sampiyan menahannya maka suatu hari entar bagian sampiyan akan tertahan pulak.

Mata hanya bisa lihat yang kelihatan, kuping pun hanya mampu mendengar yang kedengaran saja…. ketika yang sampiyan dapatkan samar-samar, maka buatlah semuanya menjadi jelas dan terang-benderang, bukan menduga-duga.

Bila sampiyan menganut faham “ndak da yang abadi di dunia ini”, maka ketika sampiyan menemui segala macam perubahan disekitar sampiyan – ndak seharusnya sampiyan terkaget-kaget atau menentang mentah-mentah kehadirannya.

Bila sampiyan meyakini bahwa kebenaran akan mengalahkan segala ketidak-kebenaran, maka ketika sampiyan menginginkan semua “kemenangan” selalu berada di pihak sampiyan – ndak seharusnya sampiyan menempatkan diri sampiyan pada posisi yang berlawanan dengan kebenaran.

Ketika sampiyan meyakini bahwa Tuhan ndak akan memberikan cobaan yang melampaui kemampuan yang sampiyan miliki, maka ndak-da gunanya sampiyan coba-coba memutus-asakan-diri sampiyan, menggantungkan kepala sampiyan di tiang gantungan atau mencoba merasakan minuman jatahnya si-serangga.

Bila sampiyan meyakini bahwa ndak semua harapan itu bisa diwujudkan menjadi kenyataan, maka ketika sampiyan ndak isah mewujudkan harapan sampiyan – ndak semestinya sampiyan menyatakan ndak-da gunanya berharap.

Bila sampiyan mempercayai bahwa segala sesuatu itu ndak-isahh terjadi dengan sendirinya, maka ketika sampiyan melihat segala sesuatunya itu isahh terjadi –  ndak semestinya sampiyan melupakan keberadaan yang lainnya.

Jahh…, kadang-kadang saiya emang sok berlagak bijak. Itu semuwa hanya karena saiya berjenis kelamin laki-laki ajahh yang membuat saiya harus berlaku seperti itu, tegar dan sok bijak. Saiya kira laki-laki yang lain juga demikian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: