Memburu Gerhana (bagian ke-2)

Menurut para suhu fotografi yang tip-tipsnya saiya baca di media online, motret gerhana matahari itu gampang-gampang susah. Dari sisi peralatan, keberadaan ND solar filter yang dapat meredam derasnya sinar matahari emang mutlak diperlukan – karena kalo nekat ndak pake filter tersebut, sensor kamera akan jebol. Begidulah katanya. Kalo sampiyan ndak percaya, silakan dicoba aja.

Di sisi lain, mata kita juga harus dilindungi dengan menggunakan kacamata khusus biyar ndak terjadi kerusakan. Mau ndak mau saiya juga harus mbeli kacamata tersebut. Cuman cilakanya saiya ndak isah mendapatkannya. Sempat terpikir tuk mbeli kacamata yang biasa digunakan oleh tukang las, namun niat itu saiya urungkan. Dan akhirnya saiya mbeli kacamata netral biasa seharga 15ribuan yang kemudian saiya modifikasi agar aman digunakan untuk nglihat gerhana.

GB5Setelah perlatan (kamera) dan mata saiya udah terlindungi, langkah berikutnya saiya nyari lokasi untuk pengambilan gambar. Syarat utama yang saiya tetapkan, letak lokasi tersebut harus dekat dengan tempat tinggal (mess) saiya dan ndak terhalang oleh bangunan, pohon maupun benda-benda lainnya. Tempat pertama adalah di depan kamar saiya. Kebetulan kamar saiya ada di lantai 2 dan punya pandangan yang luas. Tapi karena beberapa hari ini mendung, sehingga saiya ndak isah memprediksi munculnya matahari pada jam “J” bisa terlihat ndak dari depan kamar saiya. Akhirnya saiya nyari lokasi lain, yang dugaan saiya memenuhi persyaratan yang telah saiya tetapkan tadi – ndak jauh dari mess dan punya pandangan luas. Dan inilah hasil survei lokasi tersebut:

GB6 GB7

Untuk meyakinkan bahwa tempat tersebut adalah yang paling tepat untuk ngambil gambar, maka saiya harus melakukan gladi resik untuk memastikan bahwa pada pukul 06.19 WIB dari lokasi tersebut saiya bisa nglihat matahari. Semoga besok dan lusa cuaca mendukung. — Jahh…. agak ribet emang, tafi saiya menikmati.

Dengan berbekal data awal kondisi lokasi pengambilan gambar gerhana yang saiya rencanakan pada waktu sore hari sebelumnya, maka pagi tadi saiya melakukan survei yang terakhir sebelum hari “H” jam “J” melintasnya gerhana matahari sebagian (GMS) di wilayah Jakarta yang diperkirakan dimulai pada pukul 06.19 WIB hingga pukul 08.31 WIB pada hari Rabu besok (9 Maret 2016). Hal ini saiya lakukan sekaligus sebagai “gladi resik” agar dalam pelaksanaanya entar saiya punya patokan waktu yang pas di setiap kegiatan yang akan saiya lakukan.

Pukul 05.45 WIB saiya berangkat dari mess. Nyampai di lokasi, matahari belum nampak karena tertutup awan, tapi dari semburat cahayanya saiya mengetahui posisi/arah yang tepat ketika matahari terbit di lokasi tersebut. Ternyata apa yang saiya rencanakan sebelumnya berkaitan dengan penempatan posisi kamera pada saat pengambilan gambar entar…. tidak benar. Ada penghalang (pohon) yang menyebabkan matahari ndak dapat saiya lihat dengan jelas.

Perkiraan saiya sebelumnya, posisi matahari berada searah dengan jalan tol, namun pada kenyataanya ada deviasi sekitar 15-an derajat dari jalan tol yang saiya gunakan patokan sebagai sumbu Y (vertikal). Jahh…jalan/jembatan yang saiya lewati emang berpotongan sedemikian rupa sehingga saiya membayangkan bahwa tempat saiya meletakan kamera berada di pusat sebuah koordinat kartesius, dengan jalan/jembatan sebagi sumbu X (horisontal) dan jalan tol sebagai sumbu Y. – Melihat kenyataan tersebut, maka posisi saiya entar harus saiya rubah dari rencana sebelumnya, sehingga berada di posisi 195 derajat atau 15 derajat setelah arah utara untuk mendapatkan posisi yang ideal/lebih bagus.

Berlahan matahari mulai kelihatan, dan pada pukul 06.19 WIB…. matahari tersebut saiya potret. Teknis saiya kesampingkan, dalam artian saiya ndak nglihat iso, speed, maupun diafragma (bukaan lensa)-nya. Yang penting kedudukan matahari pada pukul 06.19 WIB saiya dapatkan. Kemudian secara berkala matahari tersebut saiya potret untuk mendapatkan gambaran kedudukannya pada 30-an menit ke depan. Dan hasilnya adalah sebagai berikut….

#1 #2 #3

Karena liburnya bukan hari ini tapi mbesoknya…., maka saiya ndak isah ngambil gambar kedudukan matahari hingga pukul 08.31 WIB. — Ngantor tetaplah hal yang utama, mbolos itu tidak baik. (bersambung).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: