Memburu Gerhana (bagian ke-2)

Menurut para suhu fotografi yang tip-tipsnya saiya baca di media online, motret gerhana matahari itu gampang-gampang susah. Dari sisi peralatan, keberadaan ND solar filter yang dapat meredam derasnya sinar matahari emang mutlak diperlukan – karena kalo nekat ndak pake filter tersebut, sensor kamera akan jebol. Begidulah katanya. Kalo sampiyan ndak percaya, silakan dicoba aja.

Di sisi lain, mata kita juga harus dilindungi dengan menggunakan kacamata khusus biyar ndak terjadi kerusakan. Mau ndak mau saiya juga harus mbeli kacamata tersebut. Cuman cilakanya saiya ndak isah mendapatkannya. Sempat terpikir tuk mbeli kacamata yang biasa digunakan oleh tukang las, namun niat itu saiya urungkan. Dan akhirnya saiya mbeli kacamata netral biasa seharga 15ribuan yang kemudian saiya modifikasi agar aman digunakan untuk nglihat gerhana.

GB5 Baca lebih lanjut

Iklan

Memburu Gerhana

Lusa bila Tuhan ndak berkehendak lain, Gerhana Matahari Total (GMT) dan Gerhana Matahari Sebagian (GMS) akan dapat dilihat di beberapa wilayah di negeri ini. GMT/GMS ini terjadi karena cahaya matahari terhalang oleh bulan sehingga ndak isah nyampe ke bumi. 33 tahun yang lalu, tepatnya di tanggal 11 Juni 1983 – saiya pernah menyaksikan terjadinya GMT yang melintas di pulau Jawa. Saat itu saiya masih kelas III SD (10 tahun), yang tentu saja ndak berani keluyuran di luar untuk nglihat gimana proses berlangsungnya GMT tersebut. Saiya cuman berani menyaksikannya lewat tayangan yang disiarkan oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI). Kini kembali saiya akan merasakan hal yang kurang lebih sama dengan kejadian di 33 tahun lalu tersebut…, bedanya bukan GMT tapi GMS. Jahh…., Jakarta cuman dapat gerhana sekitar 88,76%. Baca lebih lanjut

Tragis

Syahdan saiya-pun cuman bisa menepuk jidat saiya. Disaat dini hari tadi saiya nungguin El Classico jilid 1 di musim ini, mendadak terjadi hiruk-pikuk pemberitaan di televisi terkait dengan ditangkapnya “Sang Presiden” salah satu parpol oleh petugas KPK.  Ceritanya, yang bersangkutan “patut diduga kuat” terlibat dalam kasus penyuapan.  Wajar atau ndak tindakan saiya yang nepuk jidat itu, saiya ndak teu. Namun….bila entar itu benar-benar terbukti secara meyakinkan di pengadilan, maka alasan saiya menepuk jidat saiya sendiri ini tentunya pada saatnya akan bisa dipahami sebagai tindakan yang wajar tanpa pengecualian. Dan sejenak pemberitaan tentang hingar-bingar sebelumnya tentang banjir Jakarta, meninggalnya  anak dibawah umur akibat tindakkan bejat bapaknya sendiri itu…sampai dugaan penyalahgunaan obat-obatan terlarang seorang artis tenar di negeri ini pun berkurang gaungnya. Semua tajuk pemberitaan di media massa hari ini membicarakan masalah “Sang Presiden” yang berinisial “LHI” itu.

Apa lacur…nasi udah menjadi bubur.

bubur Baca lebih lanjut

Balada Musik Dangdut (Jangan Tanyakan Mengapa – jilid 2)

dangdut1Lhahhh…kok bisa begidu yak..??” – Pertanyaan seperti ini atau sejenisnya sering-kali hinggap di benak saiya menakala melihat kesukaan seseorang terhadap sesuatu hal atau ketika mendengar pernyataan seseorang tentang kesukaannya itu. Awalnya saiya geleng-geleng kepala, kemudian nepuk jidat dan berakhir di ngelus dhadha. Namun sekarang ini saiya sudah nyampai pada tingkatan “bisa memahami” atau setidaknya berusaha untuk bisa memahami tentang hal tersebut.

Jahh…seperti yang saiya bilang di postingan sebelumnya, bahwa ketika saiya mempertanyakan “mengapa”-nya atas kesukaan seseorang  terhadap sesuatu hal yang mereka sukai – yang menurut saiya ada unsur keanehan dalam hal kesukaanya tersebut, maka yang saiya dapati biasanya adalah jawaban yang ndak masuk akal bin terkesan susah dinalar dan menyimpang dari jawaban orang pada umumnya. So, kalau saiya tetap mempertanyakan “mengapa”-nya, maka ketersia-siaan atas kinerja benak saiya akan terjadi dengan sukses dan hati saiya akan ter-dzolimi. Akhirnya, sumangga kersa – silakan saja, selama itu ndak ngeggangu saiya.

Baca lebih lanjut

Antara Joko Wi, Banjir Jakarta dan Saiya

Aah….! Nya’ banjir!
Jakarta kebanjiran, di Bogor angin ngamuk
Ruméh ané kebakaran garé-garé kompor mleduk”

…. dari kejauhan Bang Bens menyenandungkan lagunya.

jakarta

Baca lebih lanjut

Kembali ke Kitah

farel2013Semoga masih ada yang mau mbaca.

Jahh… udah lama juga saiya ndak mbikin postingan di blog ini. Terakhir tertanggal 11 Desember 2011 dan sekarang udah mendekati pertengahan Januari di tahun 2013. Setahun lebih sebulanan-lah blog ini saiya anggurkan begidu saja.  Fyuuhhh…. alamakjang! (kira-kira kalo saiya bikin postingan lagi, ada yang mau mbaca ndak yak…??)

Semoga masih sakti.

Kerjaan dan kesibukan di bidang lain yang membuwat sense of nge-blog saiya ini terkebiri tanpa ampun. Dan udah pasti ini berdampak pada tingkat kesaktian saiya dalam mengolah kata-kata menjadi sesuatu kalimat yang ada maknanya. Jahh… adakalanya kesaktian itu adalah anugerah dari Yang Maha Pemberi Anugerah, tapi kebanyakan kesaktian itu didapat karena latihan yang terus-menerus dan berkelanjutan. Kayaknya kesaktian saiya dalam berolah-kata bukan karena anugerah dah…- jadihh saiya harus lebih sering latihan untuk hal yang satu ini. Baca lebih lanjut

Obat Penghilang Rasa Jenuh Saiya

Suka saja saiya nglihatnya. Sementara sebagai narablog, saiya lagi buntu di ide, maka ini akan saiya jadikan sebagai obat penghilang rasa jenuh.  Biar fresh — begitu maksudnya.

Masing-masing orang sudah pasti mempunyai obat andalan untuk membunuh rasa bosan, penghilang rasa jenuh dan pelancar saluran urat saraf di kepala, agar ide-ide yang terpendam — bisa tertumpah begitu saja tanpa pakai ngadat.

Obat penghilang rasa jenuh ini sangat khusus peruntukannya. Tidak semua narablog yang menghadapi masalah yang sama dengan saiya dapat menggunakan obat ini. Tetapi jika sampiyan mau “menggunakannya” juga — silakan dilanjut saja…

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: