Liburan Sembari Bernostalgia

Maka saiya ajaklah anak saiya ke nJanti. Bukan yang di Jogja tapi yang di Klaten. Tepatnya di daerah Cokro Tulung. Dulu semasa sekolah saiya lumayan sering main di daerah ini. Setidaknya ada 4 tempat yang saiya kunjungi bila main ke sana – rumah temen saiya, tempat pemandian, taman rekreasi yang ada jembatan gantungnya dan tempat pemancingan.

Syahdan… setelah 10 tahunan lebih saiya ndak nginjakkan kaki di sana, kemaren – mendadak sontak, kami ingin bernostalgia.(..lhohh kok…??—itu tempat pacaran saiya dulu 🙂 ). Dan kebetulan juga anak saiya – si Farrel, lagi kepengin mancing. Jadilah kami bertiga meluncur ke sana. Baca lebih lanjut

Seputar TOA Saiya

TOA adalah merk dagang sebuah produk audio yang sangat terkenal. Saking terkenalnya — setiap keluaran suara yang cemengkling — kenceng dan kering, nama TOA sering dibawa-bawa. Perbandingannya kayak akuwaaa-lah. Peduli itu merk-nya apa… pokoknya kalau udah berkaitan dengan yang namanya air mineral maka yang keluar dari mulut ini adalah akuwaaa. ”Minta akuwa-nya dong…” – padahal ades. Baca lebih lanjut

Tempat Nongkrong

Begidulah kalau sudah berkeluarga, ndak bisa nyari tempat tongkrongan sembarangan.  Baca lebih lanjut

Sebuah Cerita Seputar Wafatnya Gus Dur

Jogja sore itu hujan. Meski ndak deras guyurannya, tapi curahan air dari langit ndak berhenti-henti. Di seputaran kantor dan rumah saiya hampir 3 jam-an. Sambil nunggu reda, saiya pun bikin postingan ini. Selesai di-upload – saiya pulang. Tak lama kemudian Adzan Maghrib berkumandang. Dan selepasnya, saiya ambil sepiring nasi plus gulai ayam. Di depan TV 14” saiya lakukan ritual penggantian genre musik di perut saiya. Keroncongan itu akhirnya berubah agak sedikit ngerock.

Nasi masih setengah, genangan kuah gulai plus sebuah paha ayam masih tersisa, siap saiya tandaskan. Mendadak saiya tersedak. Saat itu saiya nonton Metro TV yang sedang menayangkan berita pilihan. Berita pertama trouble. Penelpon minta berita tentang “Membongkar Gurita Cikeas” tapi yang tayang malah tentang kasusnya Bu Prita. Sejenak saiya ngumpat dalam hati, “Piyeee…to kik?? Payah!”. Bukan itu yang bikin saiya tersedak, namun berita setelahnya. Gus Dur telah wafat. Pukul 18.45, KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab dipanggil Gus Dur itu menghembuskan nafasnya yang terakhir di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.  Inna Lilllahi Wa Inna Ilahi Rojiun…. Baca lebih lanjut

Sampailah Saiya di Pesta Blogger Jogja 2009 (Review)

Selepas maghrib, saiya pancal sepeda motor saiya menuju ke Jogja National Museum tempat acara Pesta Blogger Jogja 2009 diselenggarakan. Saiya pikir saiya terlambat, ternyata acara belum di mulai. Dari kejauhan saiya dengar “Anyam-Anyaman Nyaman”-nya Sujiwo Tedjo mengalun mengiringi langkah saiya menuju tempat registrasi. Setelah tanda tangan, sebuah label nama plus brosur saiya terima. Satu tas kresek buku anak-anak yang saiya bawa pun saiya serahkan ke panitia.

DSC01700

Baca lebih lanjut

Obrolan di Warung Kopi Bawah Jembatan Layang

Malam belum begitu larut. Masih pukul 9 lebih seperempat. Namun jalanan sudah nampak lengang. Hanya satu-dua sepeda motor saja yang tampak masih berlalu-lalang tanpa raungan. Sementara beberapa mobil yang lewat pun  kelihatan malas memacu kerja speedo meternya. Lambat penuh kewaspadaan. Hujan deras itu seakan telah mematikan jiwa ugal-ugalan mereka dikala hari terang.

Baca lebih lanjut

Cerita tentang Gempa 6,8 SR Barusan (7/9/2009 pkl. 23.12 wib)

Gempa di tahun 2006 yang lalu saiya tidak merasakan. Waktu itu, saiya tinggal di Lombok.  Saiya hanya dengar cerita dari keluarga dan temen yang berjibaku secara langsung melawan goyangan teramat dahsyat di seputaran Jogjakarta itu.

Dari tayangan di TV — efek gempanya memang sangat memilukan. Puluhan nyawa melayang. Kerusakan infrastruktur mencapai ribuan jumlahnya.  Dan bencana tersebut meninggalkan trauma yang amat mendalam bagi yang mengalaminya sampai sekarang.

#gempaBarusan (7/9/2009 pkl. 23.12 wib), wilayah Yogya kembali diguncang gempa. Info dari BMG, gempa kali ini berpusat di 10.33 LS-110.62 BT dengan kedalaman 35 KM, 263 KM sebelah Tenggara Wonosari, Yogyakarta.  Besarnya 6,8 SR. Meski tidak berpotensi terjadi tsunami, namun tetap saja menimbulkan kepanikan.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: