Tegar dan Sok Bijak

laki-lakiSaiya ndak teu, apakah yang saiya tulis kali ini ada manfaatnya buat sampiyan atau endak….- namun, kalau dilihat dari susunan kalimatnya, kayaknya cukup lumajanlah untuk sekedar me-refresh-kan sejenak hati dan benak.  Sebenarnya ini adalah “kumpulan status” yang saiya pajang di wall facebook saiya dalam kurun waktu tertentu di beberapa bulan yang lalu. Saiya mencoba mengingat kembali suasana kebatinan saiya pada saat menuliskan status-status itu…, ternyata ndak ada satupun yang saiya ingat :mrgreen:   Tapi kalau sampiyan berkenan meluangkan sedikit waktu untuk agak serius dalam membacanya, maka sampiyan akan bisa menangkap apa yang saiya maksudkan. Jahh…minimal bisa menduga-dugalah 😆

Anyway…, ini cuman permainan logika dari dari beberapa kata bijak yang sering dikutip dalam sebuah percakapan atau serangkaian aksi penyemangat yang diperdendangkan oleh seseorang yang kondisi kadar kebijakannya kebetulan lebih baik terhadap yang lainnya pada suatu masa. Saiya katakan pada suatu masa, karena saiya meyakini bahwa setiap orang tentunya pernah mengalami “gangguan mental” akibat permasalahan yang melanda atau kesusahan yang mendera. Bahkan seseorang seperti Andri Wongso, Tung Desem Waringin, Gede Prama atau orang sekaliber Mario Bros Teguh pun dalam episode kehidupannya pada beberapa bagian pernah hati dan pikirannya kalut kalau ndak percaya silakan tanya ajahh sendiri pada mereka. Dan pada umumnya,  jika seseorang ndak isah memotivasi dirinya sediri ketika terjerembab di padang duka, seseorang akan mencoba mencari kata-kata bijak untuk meningkatkan kadar semangatnya supaya terhindar dari upaya mengakhiri hidupnya sendiri tanpa bantuan orang lain a.k.a bunuh diri.

Baca lebih lanjut

Iklan

Maaf, Saya Sedang Sibuk…

**Benarkah..??**

Ndak terasa bulan pertama telah lewat dan Senin ini lembaran kedua almanak mulai bergulir. Di kerjaan emang lumayan banyak yang telah saiya lakukan. Dari yang ini… sampai nglayani dukungan pada kegiatan yang ini. Di sela-selanya, saiya juga melakukan banyak kegiatan yang boleh dibilang menyita waktu saiya buat ber-ngeblog-ria. Meski akun FB saiya sebulan ini senantiasa online, namun untuk meng-update blog saiya di WP ini…, saiya benar-benar buntu di ide. Padahal di akhir tahun kemaren saiya pernah mengatakan demikian ini, cuman begidulah saiya sodara… rencana tinggal rencana :mrgreen:

Lalu bagaimana dengan bulan ini..??

Baca lebih lanjut

Bukan BLT, Tapi BLP

Beberapa waktu yang lalu istilah BLT atau Bantuan Langsung Tunai sangatlah populer di kalangan masyarakat negeri ini. Apalagi saat pertama kali program kompensasi ini diluncurkan oleh pemerintah. Pro-kontra pun bermunculan disana-sini. Yang pro menganggap bahwa BLT itu sangatlah tepat digelontorkan dalam rangka meringankan beban rakyat yang terhimpit kenaikan harga-harga kebutuhan sehari-hari sebagai akibat dari membumbungnya harga BBM. Sementra yang kontra dengan program pemerintah ini, menganggap bahwa BLT ini adalah pemborosan dan sangat tidak mendidik. Bahkan pada masa kampanye lampau, BLT ini sempat dijadikan issue oleh beberapa kontestan peserta pemilu sebagai senjata untuk menjatuhkan lawan politiknya.  Jahh…. begidulah yang terjadi dengan BLT. Lalu bagaimana yang terjadi dengan BLP? Sebelum saiya bahas lebih lanjut…,  ada baiknya kalau sampiyan mengetahui apa yang saiya maksudkan dengan BLP itu terlebih dahulu. Alkisah… Baca lebih lanjut

Perkenankanlah Saya Buka-Bukaan

Baju itu hanya untaian kain yang dirangkai berdasarkan pola tertentu. Macam dan bentuknya itu bukanlah hal yang terpenting. Yang paling penting adalah tujuan/fungsinya. Yaitu — menutupi badan, melindungi dari hawa dingin dan sengatan matahari plus gigitan serangga. Soal keindahan yang kemudian bisa merubah penampilan hingga terlihat necis semlohe bin aduhai… itu hanya sekedar efek saja. Itu bukan alasan utama mengapa manungsa memakai baju (berbaju).

Cilakanya…, efek yang sebenarnya cuman sekedar “hasil ikutan dari ritual berbaju” itu… justru kini telah berubah menjadi tujuan/fungsi utama. Bolang-bolong disana-sini bukanlah suatu masalah. Full press body dan panjangnya yang sangat minim bila dikenakan pun juga ndak jadi soal lagi. Toh gigitan serangga bisa dilawan dengan olesan lotion anti serangga. Sengatan panas matahari bisa juga ditangkal dengan baluran tabir surya. Sementara fungsinya sebagai penutup badan (aurat)…. seiring dengan perjalanan waktu, sudah menjadi hal yang tidak begidu diperhatikan lagi. Sekarang ini banyak yang berpendapat kalau bagian-bagian tubuh itu adalah etalase diri, yang (tentunya) sangatlah sayang kalau ndak ditonjolkan. Baca lebih lanjut

Diskusi Dengan Baginda tentang Dunia Maya

Bukan saiya ndak mau nanggapi dengan serius. Tidak. Bukan itu yang saiya maksud. Dunia maya bagi saiya adalah tempat untuk ber-ekspresi. Mengungkapkan apa yang ingin saiya sampaikan — menyampaikan apa yang ingin saiya ungkapkan. Meski ada di benak, tapi jika itu ndak ingin saiya ungkapkan/sampaikan… maka cukup saiya sendiri aja yang teu. Baginda ndak usah (teu).

Lhoh kok gituu.??

Percuma Baginda menduga-duga apa yang ada dibenak saiya, karena belum tentu itu ada hubungannya dengan baginda. Bertanya untuk minta penjelasan itu mungkin yang paling bijaksana – tapi sudahlah… meski Baginda bertanya, bertanya dan terus bertanya… belum tentu juga pertanyaan-pertanyaan Baginda itu akan saiya jawab. Sekali lagi… saiya hanya akan sampaikan apa yang ingin saya ungkapkan dan hanya ingin ungkapkan apa yang ingin saiya sampaikan.

Kenapa harus demikian..?? Baca lebih lanjut

Haahh… Al-Qaedha mBuruh di Indonesia?

Suwangat mencengangkan emang-menyaksikeun acara wawancara mantan Kadensus 88, Brigjen Pol (Purn) Suryadharma Salim… kemaren malam di TV One. Setidaknya begetoo-lahh nyang saiya rasakan.

Pertama, nglihat cara ngejawab pertanyaan nyang dilemparkan pewawancara (Karni Ilyas dan Indiarto) saiya sempat ketawa. Teu ndiri kan.. gimana style-nya Pak Karni kalo pas lagee nanya nara sumbernya, lelet bin njlimet. Nahh… enihh nyang ditanya (nara-sumber) njawabnyahh kayak mo ngajak kelahi. Keras dan marah2 muuyyuu.

Tapihh begidu teu Beliau adalah mantan Kadensus 88, mangka saiya putuskan untuk mengikutinya secara seksama. Dan benar, materi nyang disampaikeun emang sangat berbobot. Jahh… sayangnyahh acara entuhh dipotong di tengah jalan. Asyeemm! Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: