Antara Joko Wi, Banjir Jakarta dan Saiya

Aah….! Nya’ banjir!
Jakarta kebanjiran, di Bogor angin ngamuk
Ruméh ané kebakaran garé-garé kompor mleduk”

…. dari kejauhan Bang Bens menyenandungkan lagunya.

jakarta

Baca lebih lanjut

Iklan

Wuaaaaasyuuuu….

wass“Hari ini mbayar, besok gratis” – Jahh…. ungkapan suka-suka ala angkutan berbayar ini memang sangat “menggemaskan”. Bak sebuah janji bahwa ke-gratis-an itu bakalan didapatkan di kemudian hari, padahal kenyataannya hal tersebut ndak akan pernah terjadi – bahkan sampai kiamat tiba. Namun lutjunya, ketika baru pertama kali mbaca kalimat tersebut, secara ndak sadar otak ini telah terakuisisi oleh harapan sesaat yang menggiurkan itu tanpa ampun. Cuman sesaat, setelahnya….,“Wuaaaasyuuu…” – pada sebagian orang, demikian-lah yang akan mereka katakan kemudian.  Jahh, sungguh sangat cerdas yang menciptakannya.

Pada suatu ketika Pak Joko Widodo (JokoWi) berhasil memenangkan hati rakyat Jakarta dan didudukkanlah beliau di kursi DKI-1. Maka munculah banyak harapan. Dan harapan itu semakin menjadi-jadi dikala aksi blusukannya diekpose secara membabi-buta olah beberapa stasiun televisi. Sehari-tiga kali, itu minimal…. Pagi – siang – malam, bak minum obat saja. Bahkan di dini hari ada sebagian stasiun TV yang menayang-ulangkannya. Semuanya terhanyut dan secara ndak sadar pulak para warga Jakarta telah melabeli JokoWi sebagai seorang “pesulap” selain sebagai gubernur. Apakah ini cuman harapan sesaat atau berkelanjutan? – ndak tahu. Tapi yang jelas, sampai saat ini belum ada yang mengatakan “wuaaaaasyuuu”….meski Jakarta masih bersahabat erat dengan sang banjir dan si kemacetan. Jahh, sungguh sangat penyabar warga Jakarta sekarang. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: