Bias Informasi

koranBerawal dari kemudahan dalam mendapatkan/mengakses informasi berwujud audio/visual maupun kumpulan aksara, banyak orang menjadi mulai tertarik untuk ikutan bercerita dan beropini. Seiring dengan berjalannya waktu, lapak-lapak digital yang mewadahi informasi-informasi tersebut semakin banyak  bermunculan. Ada yang berbayar, banyak pulak yang gratisan. Hal ini ndak hanya mendorong banyak orang yang ikutan bercerita dan beropini saja, tapi udah meningkatkan keinginannya untuk berekspresi dalam balutan aktualisasi diri. Dunia maya-pun menjadi riuh. Baca lebih lanjut

Iklan

Tegar dan Sok Bijak

laki-lakiSaiya ndak teu, apakah yang saiya tulis kali ini ada manfaatnya buat sampiyan atau endak….- namun, kalau dilihat dari susunan kalimatnya, kayaknya cukup lumajanlah untuk sekedar me-refresh-kan sejenak hati dan benak.  Sebenarnya ini adalah “kumpulan status” yang saiya pajang di wall facebook saiya dalam kurun waktu tertentu di beberapa bulan yang lalu. Saiya mencoba mengingat kembali suasana kebatinan saiya pada saat menuliskan status-status itu…, ternyata ndak ada satupun yang saiya ingat :mrgreen:   Tapi kalau sampiyan berkenan meluangkan sedikit waktu untuk agak serius dalam membacanya, maka sampiyan akan bisa menangkap apa yang saiya maksudkan. Jahh…minimal bisa menduga-dugalah 😆

Anyway…, ini cuman permainan logika dari dari beberapa kata bijak yang sering dikutip dalam sebuah percakapan atau serangkaian aksi penyemangat yang diperdendangkan oleh seseorang yang kondisi kadar kebijakannya kebetulan lebih baik terhadap yang lainnya pada suatu masa. Saiya katakan pada suatu masa, karena saiya meyakini bahwa setiap orang tentunya pernah mengalami “gangguan mental” akibat permasalahan yang melanda atau kesusahan yang mendera. Bahkan seseorang seperti Andri Wongso, Tung Desem Waringin, Gede Prama atau orang sekaliber Mario Bros Teguh pun dalam episode kehidupannya pada beberapa bagian pernah hati dan pikirannya kalut kalau ndak percaya silakan tanya ajahh sendiri pada mereka. Dan pada umumnya,  jika seseorang ndak isah memotivasi dirinya sediri ketika terjerembab di padang duka, seseorang akan mencoba mencari kata-kata bijak untuk meningkatkan kadar semangatnya supaya terhindar dari upaya mengakhiri hidupnya sendiri tanpa bantuan orang lain a.k.a bunuh diri.

Baca lebih lanjut

Wuaaaaasyuuuu….

wass“Hari ini mbayar, besok gratis” – Jahh…. ungkapan suka-suka ala angkutan berbayar ini memang sangat “menggemaskan”. Bak sebuah janji bahwa ke-gratis-an itu bakalan didapatkan di kemudian hari, padahal kenyataannya hal tersebut ndak akan pernah terjadi – bahkan sampai kiamat tiba. Namun lutjunya, ketika baru pertama kali mbaca kalimat tersebut, secara ndak sadar otak ini telah terakuisisi oleh harapan sesaat yang menggiurkan itu tanpa ampun. Cuman sesaat, setelahnya….,“Wuaaaasyuuu…” – pada sebagian orang, demikian-lah yang akan mereka katakan kemudian.  Jahh, sungguh sangat cerdas yang menciptakannya.

Pada suatu ketika Pak Joko Widodo (JokoWi) berhasil memenangkan hati rakyat Jakarta dan didudukkanlah beliau di kursi DKI-1. Maka munculah banyak harapan. Dan harapan itu semakin menjadi-jadi dikala aksi blusukannya diekpose secara membabi-buta olah beberapa stasiun televisi. Sehari-tiga kali, itu minimal…. Pagi – siang – malam, bak minum obat saja. Bahkan di dini hari ada sebagian stasiun TV yang menayang-ulangkannya. Semuanya terhanyut dan secara ndak sadar pulak para warga Jakarta telah melabeli JokoWi sebagai seorang “pesulap” selain sebagai gubernur. Apakah ini cuman harapan sesaat atau berkelanjutan? – ndak tahu. Tapi yang jelas, sampai saat ini belum ada yang mengatakan “wuaaaaasyuuu”….meski Jakarta masih bersahabat erat dengan sang banjir dan si kemacetan. Jahh, sungguh sangat penyabar warga Jakarta sekarang. Baca lebih lanjut

KDRT

Kekerasan Dalam Republik Tercinta semakin parah, bar-bar, memilukan dan sangat memuakkan. Sejuta sumpah serapah sepertinya ndak cukup untuk mengumpat tindakan manusia-manusia yang katanya punya otak di batok kepalanya dan memiliki hati di sanubarinya itu. Menjijikan!

Apapun alasannya, kekerasan membabi-buta itu tidak dibenarkan. Sebagai manusia saiya malu. Karena, babi yang buta sekalipun rasanya kok ndak akan melakukan tindakan se-biadab itu. Demi ini – untuk itu – karna ini – sebab itu…. haaadeeeewwww…. capek dah!

Baca lebih lanjut

Pada Sebuah Antena

Bukan perkara mudah untuk bisah mengarahkan antena dengan tepat sasaran. Artinya, nrima ndak masalah – mancar juga ok punya. Kadang… power yang gedhe ndak kan ada guna bila pesan yg disampaikan ndak bisa nyampe tujuan. Demikian pula dengan penampang yang sebesar tampah raksasa pun akan menjadi tidak berarti apa-apa jika ndak bisa nangkap berita yang dikirimkan. Bukan begidu bukan..??

Mengharap kinerja yang sempurna pada sebuah antenna adalah sia-sia.  Karena … banyak hal yang bisa mempengaruhi kinerjanya. Selain yang saiya sebutkan diatas, posisi letak, kesesuaian band frekuensi yang digunakan, peng-grounding-annya, system perkabelannya, kebenaran pemasangan konektor-konektornya,  sampai pada kualitas bahan antenna (nya) pun… sudah tentu dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas. Bahkan andai kata semuanya itu terpenuhi…  masih ada cuaca yang setiap saat akan mengganggu kehandalannya dalam mengirim dan sebagai penerima berita (pesan) yang dipancarkan. Begidulah memang kodradnya. Meskipun sedikit… sudah pasti akan ada noise-nya.

Sebelum saiya lanjutkan…,  silakan sampiyan main dulu kesini. – Gimana…?? Sudahh..??

Baca lebih lanjut

Gempa

Gempa mengguncang. Banyak bangunan runtuh, puluhan nyawa melayang. Isak tangis, duka nestapa mengema melingkupi negeri ini. Dan Indonesia pun kembali berkabung.

#gempa

Sore kemaren, tepatnya pada pukul 17.16 WIB, gempa berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang wilayah Sumatera Barat.  Gempa itu berpusat di 57 km Barat Daya Pariaman di kedalaman 71 km dan getarannya terasa sampai di Gunung Sitoli, Mukomuko, Sibolga, Liwa, Padang, Jakarta, Singapura hingga Malaysia (BMG – Gempa Bumi Tektonik…)

Gambaran kerusakan (yang ditayangkan di media cetak maupun elektronik) akibat gempa tersebut memang sangat memilukan. Ratusan bagunan runtuh, sementara manusia yang terhimpi dan tertimpa reruntuhannya juga tidak kalah banyaknya.

Mengapa ini (gempa) sering terjadi? Baca lebih lanjut

Bersahabatlah Dengan Sang Waktu

#ajamTidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. semuanya pasti akan selesai juga. Kalau karena sesuatu dan lain hal masalah itu tidak terselesaikan – maka masih ada Sang Waktu yang akan menyelesaikannya. Ini bukan perkara lari dari tanggung jawab.  Tetapi – ini bicara soal kemampuan.

Bahwa kemampuan manungsa itu ada batasnya. Ini tidak tak terbantahkan. Oleh karenanya – buat apa memaksakan diri? Berusaha memang harus. Tetapi kalau sudah berdaya-upaya sekuat tenaga – segenap kemampuan telah dicurahkan masih tetap ndak bisa menyelesaikan – maka pasrah adalah satu-satunya jalan.  Ini tidak ditabukan. Malah dianjurkan.

Beruntung kita dilingkupi oleh dimensi waktu. Pun begidu, sering kali kita enggan bersahabat dengannya. Waktu lebih sering kita tempatkan sebagai sesuatu yang membatasi. Dipersalahkan karena seolah tidak pernah mencukupi – dikambing-hitamkan sebab dianggap habis manakala mentok di tengah jalan.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: