Memburu Gerhana (bagian ke-3/tamat)

Plung. – Tiba-tiba ND solar filter bikinan yang nempel di lensa saiya terjatuh, ketika baru aja gerhana itu mulai. — “sejuta topan badai….. kepiting busuk…bashi-bazouk…kleptomaniak, ectoplas….sea gherkin…anacoluthon…. “, bak Kapten Haddock saiya pun mengumpat sejadi-jadinya. Gimana endak coba….- rencana yang begidu matang bakalan ancur berantakan karena keteledoran saiya yang kurang hati-hati saat mau ngrubah posisi kamera. Dari atas saiya lihat filter itu jatuh di pinggiran jalan tol. Kampret.

“Lewat sebelah sana aja mas…., mungkin ada jalan turun”, saran seorang ibu-ibu. – Saiya lihat pinggiran jalan tol itu berpagar dan kayaknya ndak berpintu. Secercah harapan muncul ketika saiya lihat ada celah pada pagar tersebut. Dengan nekat saiya melalui celah tersebut untuk mencapai pingiran jalan tol. Dan….hureeee…. berhasil. – Blessing in disguise…., kalo filter saiya ndak terjatuh, saiya ndak bakalan dapat gambar seperti ini…

Baca lebih lanjut

Iklan
%d blogger menyukai ini: